close

Asam, Basa, dan Indikatornya

Advertisement

Asam, Basa, dan Indikatornya – Pada topik sebelumnya kalian sudah mempelajari mengenai unsur, senyawa, dan campuran. Pada topik kali ini, kalian akan mempelajari mengenai asam, basa, dan indikatornya.

Mari ingat kembali mengenai unsur, senyawa, dan campuran.

1. Unsur, Senyawa, dan Campuran

Unsur merupakan zat tunggal yang tidak dapat dibagi lagi menjadi bagian yang lebih sederhana dan akan tetap mempertahankan karakteristiknya. Unsur-unsur yang sudah ditemukan dibedakan menjadi logam dan non logam. Contoh unsur yang bersifat logam diantaranya besi (Fe), tembaga (Cu), perak (Ag), emas (Au), dan seng (Zn). Sementara itu, unsur yang bersifat nonlogam diantaranya oksigen (O), nitrogen (N), dan belerang (S).

Senyawa merupakan penggabungan dari dua unsur atau lebih melalui reaksi kimia. Senyawa ini bisa diuraikan menjadi unsur-unsur penyusunnya melalui proses kimiawi. Contoh dari senyawa diantaranya air dengan rumus kimia H2O terdiri dari hidrogen (H) dan oksigen (O).

Campuran merupakan gabungan dari dua atau lebih beberapa zat. Campuran terdiri dari campuran homogen yang dikenal dengan larutan dan campuran heterogen yang dikenal dengan suspensi.

Bagaimana sudah ingat kembali? Kalau sudah ingat kembali, mari kita lanjutkan ke topik asam, basa, dan indikatornya.

2. Asam, Basa, dan Indikatornya

Asam merupakan senyawa yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengidentifikasi asam dapat dilakukan dengan cara mengetahui ciri-ciri dari asam. Ciri-ciri dari asam adalah rasanya masam, dapat menimbulkan korosif, dan mengubah kertas lakmus biru menjadi merah. Contoh dari asam diantaranya asam cuka yang memiliki nama kimia asam asetat (CH3COOH), asam lambung yang memiliki nama kimia asam klorida (HCl), dan asam sulfat (H2SO4).

Sementara itu, basa dapat diidentifikasi dengan cara mengenali ciri-ciri dari basa. Ciri dari basa adalah terasa agak licin, rasanya pahit, dan dapat mengubah kertas lakmus merah menjadi biru. Contoh dari basa diantaranya natrium hidroksida (NaOH), kalium hidroksida (KOH), dan kalsium hidroksida (Ca(OH)2)

Selain mengenali ciri-ciri dari asam dan basa, untuk mengidentifikasi asam basa dapat dilakukan dengan menggunakan indikator. Indikator asam basa terdiri dari indikator alami dan indikator buatan. Contoh indikator alami diantaranya kunyit (asam: warna kuning cerah, basa: warna jingga), kubis (asam: merah, basa: hijau/kuning), dan bunga kembang sepatu (asam: merah cerah, basa: hijau).

Indikator buatan diantaranya kertas lakmus, terdiri dari lakmus merah dan lakmus biru. Larutan asam dapat mengubah kertas lakmus biru menjadi merah, sedangkan larutan basa dapat mengubah kertas lakmus merah menjadi biru.

Contoh soal

1. Berikut ini ciri dari cuka adalah.…
A. rasanya pahit
B. terasa agak licin
C. tidak bersifat korosif
D. rasanya masam

Kunci Jawaban: D

Pembahasan:
Cuka merupakan nama pasar dari asam asetat. Oleh karena asam asetat ini merupakan contoh senyawa yang bersifat asam, maka salah satu cirinya adalah memiliki rasa masam.

2. Jika kertas lakmus merah dicelupkan ke dalam larutan KOH, peristiwa yang terjadi pada kertas lakmus merah tersebut adalah….
A. tetap berwarna merah
B. berubah menjadi biru
C. berubah jadi kuning
D. berubah jadi hijau

Kunci Jawaban: B

Pembahasan:
KOH merupakan salah satu contoh basa. Jika kertas lakmus merah dicelupkan ke dalam larutan tersebut akan mengubah warna lakmus merah menjadi biru.

Advertisement
Asam, Basa, dan Indikatornya | Admin | 4.5