close

Citraan dalam Puisi

Advertisement

Citraan dalam Puisi – Membahas isi puisi berkenaan dengan gambaran penginderaan perasaan, pikiran, dan imajinasi melalui diskusi

Tujuan
Siswa dapat membahas isi puisi berkenaan dengan gambaran penginderaan perasaan, pikiran, dan imajinasi melalui diskusi.

Saat kita ingin memahami isi puisi, apa saja hal yang harus kita perhatikan? Tentu, setelah membaca puisi tersebut, kita dapat melihat setiap kata yang membangun isi puisi. Setiap kata dipilih dengan baik dan harmonis oleh penyair untuk memberikan makna yang dalam pada puisi. Selain itu, kata-kata tersebut menunjukkan pencitraan. Bagaimana menemukan dan memahami pencitraan dalam puisi? Mari kita simak materi berikut ini.

Saat membahas isi puisi, kita dapat menemukan makna puisi melalui citraan penglihatan, pendengaran, atau cita rasa. Citraan itu terlihat dari kata-kata yang disusun berdasarkan pengalaman sensorik penyair dan seolah-olah menciptakan sesuatu yang hidup, yaitu dapat didengar, dilihat, atau dirasakan oleh pembaca Untuk lebih jelasnya, perhatikanlah isi puisi berikut ini.

W1siZiIsIjIwMTUvMDMvMjcvMDEvMTcvMTYvMjIxL1NjcmVlbl8yMFNob3RfMjAyMDE1XzAzXzI3XzIwYXRfMjA4LjIyLjQyXzIwQU0ucG5nIl0sWyJwIiwidGh1bWIiLCI2MDB4XHUwMDNlIix7fV1d Citraan dalam Puisi

Setelah membaca puisi tersebut, kita dapat membayangkan isi puisi yang menceritakan keadaan samudera biru yang membentang, langit dan awan yang takjub, hingga keluasan angin. Kita dapat membayangkan isi puisi tersebut dengan citraan visual atau penglihatan dan citraan taktil (peraba atau perasaan). Kita dapat memvisualisasikan dan merasakannya dengan memahami susunan kata yang menciptakan citraan tersebut.

Pencitraan disebut pula pengimajian. S. Effendi menyatakan bahwa pengimajian dalam sajak dapat dijelaskan sebagai cara penyair untuk berusaha menciptakan dan menggugah imaji pembaca, sehingga pembaca memiliki keinginan untuk menggunakan hatinya dalam melihat berbagai benda, warna, telinga untuk mendengar berbagai bunyi dan perasaan hati yang menyentuh keindahan dan kesejukan benda serta warna (Waluyo, 1995: 80-81). Dengan kata lain, citraan dapat diartikan sebagai kesan atau angan yang pembaca rasakan setelah membaca susunan kata atau kalimat dalam puisi.

Ada beberapa citraan dalam puisi, yaitu sebagai berikut.

1. Citraan visual atau penglihatan
Citraan yang memberikan gambaran terhadap indra penglihatan. Gambaran tersebut memberi kesan terhadap sesuatu yang tidak terlihat tetapi seolah-olah terlihat, misalnya pada bait puisi karya W.S. Rendra yang berjudul ”Episode”. Kami duduk berdua/di bangku halaman rumahnya/Pohon jambu di halaman itu/berbuah dengan lebatnya.

2. Citraan auditif atau pendengaran
Citraan yang menghasilkan gambaran berupa suara atau bunyi. Misalnya, sesekali didengarnya/bunyi tiang listrik dipukul orang/juga lolong anjing tengah malam (”Renungan Jante Arkidam di Usia 70 Tahun”, Soni Farid Maulana).

3. Citraan taktil (cita rasa)
Citraan yang memberikan kesan terhadap indera peraba yang kita miliki termasuk perasaan. Misalnya, dingin jari kakiku di atas rerumputan/dingin angin malam ditafsir detik jam/dingin matamu layak sms sukar dibuka sukar dibaca (”Nguyung”, Soni Farid Maulana)

4. Citraan gerak
Citraan yang memberikan gambaran terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak bergerak tetapi seolah-olah dapat bergerak. Gambaran gerak tersebut berasal dari gerakan tubuh atau suatu hal sehingga kita dapat merasakan atau melihat gerakan tersebut. Misalnya, Dan kita berjalan di antara deburan ombak, menyusur pantai dan gang-gang/Kita turun ke dalam gelap, dan kita mengendap-ngendap/Berjalan di antara gelap dan gelap (”Laut”, Sanento Yuliman)

5. Citraan penciuman
Citraan yang memberikan gambaran terhadap indera pencium. Misalnya, Bau mulut busuk bagaikan bangkai!/Bah!/Inikah yang dinamakan dunia (”Melaut Benciku”, Amal Hamzah)

6. Citraan pengecapan
Citraan yang memberikan gambaran atau kesan terhadap indera pengecap. Misalnya, Orang-orang kampung mengenalnya/terkecap pahitnya tembakau (”Gerilya”, W.S. Rendra)

Poin Penting

Citraan yang ditulis oleh penyairnya dalam puisi tidak hanya untuk menyampaikan makna saja tetapi ada beberapa fungsi citraan lainnya, yaitu sebagai berikut.
1. Memberi kesan berupa gambaran atau angan kepada pembaca
2. Membangun suasana dan penghayatan kepada pembaca
3. Membuat gambaran dalam penginderaan dan pikiran yang lebih hidup
4. Mendapatkan perhatian dari pembaca

Advertisement
Citraan dalam Puisi | Admin | 4.5