close

Kebijakan Pemerintah Kolonial di Indonesia Pada Abad XIX Hingga Awal Abad XX

Advertisement

Kebijakan Pemerintah Kolonial di Indonesia Pada Abad XIX Hingga Awal Abad XX – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan dapat memahami berbagai kebijakan pemerintah kolonial Belanda pada masa pendudukannya di Indonesia dan dampaknya terhadap masyarakat Indonesia.

KEBIJAKAN PEMERINTAH KOLONIAL DI INDONESIA PADA ABAD XIX HINGGA AWAL ABAD XX

Kebijakan pemerintah kolonial di Indonesia pada abad XIX hingga awal abad XX membawa pengaruh yang besar pada perekonomian masyarakat. Apa dan bagaimana kebijakan tersebut? Untuk mengetahui lebih lanjut, mari simak bahasan berikut.

Dengan kondisi keuangan Kerajaan Belanda yang terkuras dalam masa perang melawan Spanyol, maka melalui persekutuan dagangnya di daerah koloni ditetapkan beberapa kebijakan monopoli. Beberapa diantaranya adalah aturan agraria yang mewajibkan penanaman tanaman tertentu yang bisa dijadikan komoditas dagang Belanda. Ini disebut dengan ‘Tanam Paksa’.
Ketentuan yang diatur dalam tanam paksa, antara lain :
1. Setiap petani wajib menanami tanah pertaniannya dengan tanaman perdagangan.
2. Tanah yang ditanami sesuai peraturan tidak dikenakan pajak.
3. Waktu petani dihabiskan untuk mengurus tanaman perdangan tersebut.
4. Penduduk bekerja di bawah pengawasan pegawai Belanda.
5. Penduduk bukan petani wajib bekerja di kebun pemerintah.

Pemberlakuan politik tanam paksa ini merupakan kelanjutan dari pemberlakuan politik liberal di Indonesia. Masuknya modal swasta ke Indonesia mengharuskan pemerintah menetapkan peraturan yang ketat untuk menjamin berhasilnya investasi yang ditanamkan.
Dengan banyaknya investor asing di Indonesia maka timbullah komersialisasi ekonomi di Indonesia. Industri-industri baru mulai bermunculan sebagai lahan baru dari investasi yang ditanamkan. Beberapa di antara industri baru yang dibuka, misalnya :
1. Bank-bank swasta Belanda , di antaranya, Nederlandsche Indische Handelsbank, Koloniale Bank, de Javasche Bank.
2. Perusahaan dan pabrik.
3. Perusahaan pertambangan hasil bumi.
Investasi yang dilakukan investor asing umumnya berada di daerah-daerah yang sebelumnya masih sepi dari populasi penduduk. Untuk menghemat modal yang dikeluarkan, maka muncullah praktek perbudakan atau perekrutan pekerja dengan upah minim. Mobilisasi yang mereka lakukan juga turut membuka pembangunan infrastruktur di Indonesia, di antaranya :
1. Pembangunan sarana transportasi. Sebagai contoh adalah Koninklijke Raketvaart Maatschappij, sebuah perusahaan swasta Belanda yang bergerak di bidang transportasi antar pulau.
2. Pembangunan sarana kesehatan.
3. Pembukaan transportasi laut Indonesia-Belanda dengan kapal laut.
4. Transportasi udara, yakni maskapai KNILM (Koninklijke Nederlandsche Indische Luchtvaart).

Membaiknya infrastruktur di nusantara menjadikan potensi dagang di Indonesia semakin menjanjikan bagi pemerintahan kolonial Belanda. Terlebih dengan aturan pemberlakuan mata uang tunggal sebagai alat tukar di Indonesia, menjadikan pengendalian ekonomi dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Pembangunan daerah industri di sepenjuru nusantara oleh investor swasta Belanda membawa beberapa pengaruh, antara lain :
1. Pertumbuhan yang tinggi untuk mencapai target tenaga kerja di sektor industri.
2. Mobilisasi tenaga kerja besar-besaran dari daerah pedesaan.
3. Urbanisasi dari daerah pedesaan ke daerah perkotaan.

Secara garis besar, kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah kolonial Belanda berdampak sangat besar bagi masyarakat Indonesia. Kebijakan yang diterapkan tidak hanya di bidang ekonomi, namun juga bidang politik, pendidikan, agama, dan sebagainya.
Berikut adalah beberapa kebijakan umum yang diterapkan selama masa pemerintahan Belanda, yakni
1. Memaksa penguasa-penguasa lokal menyerahkan kedaulatan wilayahnya kepada Pemerintah Belanda melalui kesepakatan Plakat Panjang atau Pendek. Selanjutnya, penguasa lokal ini digantikan oleh sosok lain yang mendukung pemerintahan kolonial.
2. Membagi sekolah dan tingkatan pendidikan untuk pribumi dan keturunan Belanda.
3. Melakukan penyebaran agama Nasrani melalui beberapa lembaga keagamaan yang berasal dari Belanda
4. Meredam gerakan persamaan atau emansipasi wanita.

RANGKUMAN

1) Kerajaan Belanda mengambil beberapa keputusan strategis terkait bidang ekonomi selama masa pendudukannya di Indonesia .
2) Kebijakan Belanda dan ekspansi yang dilakukan berdampak besar pada rakyat dan terutama para raja nusantara.

Advertisement
Kebijakan Pemerintah Kolonial di Indonesia Pada Abad XIX Hingga Awal Abad XX | Admin | 4.5