Kebudayaan Dongson

In Pendidikan

Kebudayaan Dongson – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan dapat mengenal dan memahami kebudayaan Dong Son.

PENGANTAR PEMBELAJARAN

Salah satu kebudayaan yang berkembang di masa pra sejarah adalah kebudayaan Dong Son. Apakah kebudayaan Dong Son itu ? Bagaimanakah sejarah kebudayaan Dong Son ? Apa sajakah hasil dari kebudayaan Dong Son ? Mari kita simak bahasan berikut.

A. SEJARAH KEBUDAYAAN DONG SON

Kebudayaan Dong Son adalah kebudayaan yang berkembang di Lembah Song Hong, Vietnam pada zaman Perunggu pada masa peralihan dari periode Mesolitikum, Neolitikum, hingga Megalitikum. Kebudayaan Dong Son berasal dari evolusi kebudayaan Austronesia yang berkembang antara abad ke-5 hingga abad ke-2 SM. Nama Dong Son diambil dari salah satu nama daerah di Tonkin, dimana ditemukan bermacam macam alat yang dibuat dari perunggu dan diyakini sebagai asal kebudayaan perunggu.
Kebudayaan Dong Son di Asia Tenggara berkembang sekitar tahun 1000 sampai 1 SM. Di Indonesia, kebudayaan ini dikenal sebagai masa kebudayaan perunggu. Perkembangan kebudayaan Dong Son ikut dipengaruhi oleh ekspansi penjajahan Cina yang berkembang pesat. Hal ini dapat terlihat dari motif kerajinan Dong Son yang menjadi contoh benda-benda perunggu Cina pada masa kerajaan Pendekar yang berkembang sampai penjajahan Dinasti Han yang merebut Tonkin pada tahun 111 SM.

Kebudayaan Dong Son masuk ke Indonesia melalui Semenanjung Malaya dalam dua masa, yaitu zaman Neolitikum dan zaman Perunggu. Kebudayaan ini membagi kebudayaan di Indonesia menjadi Kebudayaan Melayu Tua (Proto Melayu) di masyarakat Dayak serta kebudayaan Melayu Muda (Deutero Melayu) di masyarakat Bali Aga dan Lombok. Budaya Dong Son sangat berpengaruh terhadap perkembangan budaya perunggu di Indonesia, tampak dari sedikitnya 56 nekara yang berhasil ditemukan di Indonesia yang menunjukkan kesamaan motif dengan nekara di Vietnam.
Masyarakat Dong Son dikenal sebagai masyarakat petani dan pelaut. Mereka tinggal menetap di pesisir dan membangun rumah-rumah panggung besar agar terlindung dari bahaya banjir. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, mereka menanam padi, memelihara hewan ternak, dan menangkap ikan ke seluruh Laut Cina dan sebagian Laut Selatan dengan perahu bercadik. Mereka juga menguasai ilmu perbintangan untuk mendukung pelayaran mereka.
Ada dua teknik pembuatan benda benda perunggu yang terkenal pada masa kebudayaan Dong Son yaitu :
Teknik Bivalve (Setangkap)
Pada teknik ini digunakan cetakan yang terbuat dari tanah liat yang dikeringkan, dibakar, lalu dirapatkan kedua sisinya dan diberi lubang yang berfungsi untuk memasukkan cairan logam. Setelah cairan logam dingin, lalu cetakan dibuka.
Teknik A Cire Perdue (Cetakan Lilin)
Teknik ini menggunakan lilin yang berisi tanah liat sebagai intinya, kemudian dibentuk sesuai benda logam yang akan dibuat. Setelah itu diberi lubang, dijemur lalu dibakar. Kemudian, cairan logam dimasukkan, tunggu hingga dingin. Benda logam yang telah terbentuk dikeluarkan dengan cara memecahkan cetakan lilin.

B. RITUAL MASYARAKAT KEBUDAYAAN DONG SON

Dari salah satu nekara yang disebut sebagai nekara hujan, terdapat motif berupa dukun atau syaman yang menyamar sebagai binatang bertanduk. Nekara ini ditabuh untuk menimbulkan bunyi petir dan mendatangkan hujan. Ada juga nekara lain yang bersimbol matahari dan katak. Nekara yang ditemukan di dalam makam, menunjukkan motif perahu dengan orang orang yang memakai penutup kepala dari bulu burung. Hal ini menggambarkan arwah orang mati yang berlayar menuju surga. Nekara-nekara tersebut, pada awal abad ke-19, masih digunakan untuk upacara ritual keagamaan, sehingga bisa disimpulkan bahwa pada nekara tersebut digambarkan kehidupan masyarakat Dong Son mulai dari perburuan, pertanian, hingga kematian.

Perlengkapan ritual yang ditemukan pada kebudayaan Dong Son, antara lain, juga berupa benda-benda kecil sehari-hari yang dikuburkan bersama jenazah agar dapat hidup secara normal di alam baka. Pemakaman dilakukan dengan peti mati dari kayu sederhana. Barulah kemudian, pada akhir kebudayaan Dong Son, berkembang makam dari batu bata berbentuk gua di lereng lereng gunung.

C. PENINGGALAN KEBUDAYAAN DONG SON

Benda benda arkeologi dari kebudayaan Dong Son beraneka ragam, tampak dari artefak kehidupan sehari hari dan peralatan ritual yang rumit. Alat hasil kebudayaan Dong Son berfungsi sebagai alat penunjang kehidupan manusia, seperti alat rumah tangga, alat berburu, kebutuhan upacara/ritual, dan sebagai perhiasan. Ciri khas yang terdapat pada kesenian ini berupa jalinan arsiran, segitiga, dan spiral yang tepinya dihiasi garis bersinggungan. Peninggalan-peninggalan yang berasal dari kebudayaan Dong Son, antara lain :
Arca perunggu
Berbentuk sosok manusia dalam posisi tertentu, seperti menari, naik kuda, atau memanah. Pada bagian kepala, arca diberi tempat untuk mengaitkan tali atau menggantung. Arca perunggu banyak ditemukan di Bangkinang (Sulawesi Selatan), Riau, dan Bogor.
Nekara perunggu
Nekara terbuat dari perunggu berbentuk seperti dandang yang telungkup, berpinggang pada bagian tengahnya, dan bagian atasnya tertutup. Bagian dinding nekara dihiasi berbagai motif hiasan. Nekara yang terkenal, di antaranya, adalah nekara Ngoc-lu. Nekara perunggu banyak ditemukan di Bali, Pulau Sengean, Pulau Selayar, Sumatra, Roti, Leti, Alor, dan Kepulauan Kei. Nekara hanya digunakan pada saat upacara ritual.
Bejana perunggu
Bejana perunggu berbentuk seperti periuk, namun berbentuk gepeng. Bejana perunggu umumnya memiliki hiasan ukiran dan ditemukan di daerah Kerinci (Sumatera Barat) dan Madura.
Kapak corong

Kapak corong terbuat dari perunggu yang yang bagian atasnya berbentuk corong tempat tangkai kayu berbentuk menyiku. Kapak ini banyak ditemukan di Sumatera Selatan, Jawa, Bali, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Pulau Selayar, dan Papua. Kapak corong digunakan sebagai perkakas dan alat upacara.
• Perhiasan perunggu
Perhiasan perunggu berbentuk gelang, kalung, anting-anting, dan cincin tanpa diberi hiasan ukiran. Perhiasan perunggu banyak ditemukan, antara lain, di Anyer (Banten), Plawangan (Jawa Tengah), Gilimanuk (Bali), dan Malelo (Sumba).

RANGKUMAN

1) Kebudayaan Dong Son adalah kebudayaan perunggu yang berasal dari Vietnam.
2) Teknik pembuatan perunggu yang dipakai pada masa kebudayaan Dong Son adalah teknikA Cire Perdue (Cetakan lilin) dan Bivalve (Setangkap).
3) Hasil kebudayaan Dong Son yaitu arca perunggu, bejana perunggu, nekara, perunggu, kapak corong, dan perhiasan perunggu.

Tags: #Kebudayaan Dongson

author
Author: 
    Valuta Asing dan Cara Pembayaran Internasional
    Valuta Asing dan Cara Pembayaran Internasional
    Valuta Asing dan Cara Pembayaran Internasional – Apa
    Hakikat, Manfaat, Kebijakan Perdagangan Internasional
    Hakikat, Manfaat, Kebijakan Perdagangan Internasional
    Hakikat, Manfaat, Kebijakan Perdagangan Internasional – Apa sajakah
    Definisi Negara Laos, Kamboja, Myanmar, dan Timor Leste
    Definisi Negara Laos, Kamboja, Myanmar, dan Timor Leste
    Definisi Negara Laos, Kamboja, Myanmar, dan Timor
    Definisi Negara Malaysia, Brunei Darussalam, dan Vietnam
    Definisi Negara Malaysia, Brunei Darussalam, dan Vietnam
    Definisi Negara Malaysia, Brunei Darussalam, dan Vietnam
    Must read×

    Top