Klasifikasi Kelompok Sosial

In Pendidikan

Klasifikasi Kelompok Sosial – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami klasifikasi kelompok sosial.

KLASIFIKASI KELOMPOK SOSIAL

Ada beragam kelompok sosial dalam masyarakat. Masing-masing memiliki struktur dan kekhasan tersendiri. Bagaimanakah klasifikasi kelompok sosial yang ada ? Mari simak bahasan berikut.

Beberapa ilmuwan sosial mengklasifikasikan kelompok sosial atas beberapa tipe dan bentuk, di antaranya :

1) Emile Durkheim (1858-1917)
Emile Durkheim membedakan antara kelompok yang didasarkan pada solidaritas mekanis dan kelompok yang didasarkan pada solidaritas organis.
a. Kelompok dengan Solidaritas Mekanis
Dalam masyarakat dengan solidaritas mekanis, yang diutamakan adalah persamaan perilaku dan sikap. Seluruh warga masyarakat diikat oleh kesadaran kolektif, yaitu suatu kesadaran bersama yang mencakup keseluruhan kepercayaan dan perasaan kelompok, bersifat ekstrem serta memaksa.
Pada umumnya, spesialisasi (keahlian, pembagian kerja) individu tidak menonjol karena siapa pun dapat melakukan semua hal, sehingga kedudukan masyarakat dipandang lebih penting daripada kedudukan individu. Kelompok-kelompok dengan solidaritas mekanis umumnya ditemui pada masyarakat yang masih segmental (sederhana), misalnya di kawasan pedesaan.
b. Kelompok dengan Solidaritas Organis
Masyarakat dengan solidaritas organis telah mengenal pembagian kerja yang terperinci sehingga dipersatukan oleh rasa kesalingtergantungan (interdependency) antar bagian. Pada masyarakat ini, ikatan utama yang mempersatukannya bukan lagi kesadaran kolektif, melainkan kesepakatan yang terjalin di antara berbagai profesi. Hukum yang menonjol bukan hukum pidana, melainkan ikatan hukum perdata.
Kelompok-kelompok dengan organis umumnya terdapat dalam masyarakat yang kompleks, misalnya di kawasan perkotaan.

2) Charles Horton Cooley (1864-1929)
Charles Horton Cooley memperkenalkan konsep kelompok primer (primary group), yang didefinisikannya sebagai kelompok yang ditandai oleh pergaulan dan kerja sama tatap muka yang intim. Pergaulan yang intim tersebut menghasilkan keterpaduan individu dalam kesatuan, sehingga membuat seseorang dapat berkelompok dan memiliki tujuan bersama. Selain itu, juga terdapat kelompok sekunder (secondary group) yang formal, tidak pribadi, dan bercirikan kelembagaan.

3) Ferdinand Tonnies (1855-1936)
Dalam bukunya yang berjudul Gemeinschaft und Gesellschaft, Ferdinand Tonnies membuat perbedaan antara dua jenis kelompok yang dinamakannya gemeinschaft dan gesellschaft. Bentuk kelompok sosial semacam ini oleh Prof. Djojodigoeno, sosiolog dari Universitas Gajah Mada, diterjemahkan sebagai kelompok paguyuban dan patembayan.
a. Kelompok Paguyuban
Paguyuban (gemeinschaft) adalah suatu bentuk kehidupan bersama dimana anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta relatif langgeng. Dasar hubungannya adalah rasa cinta dan kepedulian nyata. Kelompok paguyuban sering dikaitkan dengan masyarakat desa atau masyarakat komunal dengan ciri-ciri adanya ikatan kebersamaan (kolektif) dilandasi oleh kesetiakawanan sosial dan kegotongroyongan yang sangat kuat.
Ferdinand Tonnies mengemukakan tiga jenis gemeinschaft, yakni :
Gemeinschaft by blood, mengacu pada ikatan-ikatan kekerabatan. Contohnya, kelompok kekerabatan atau perhimpunan marga.
Gemeinschaft of place, pada dasarnya, merupakan ikatan yang berlandaskan kedekatan tempat tinggal serta tempat bekerja sehingga mendorong individu untuk berhubungan akrab dan saling tolong-menolong satu dengan lainnya. Contohnya, Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW).
Gemeinschaft of mind, mengacu pada hubungan persahabatan, yang disebabkan oleh persamaan keahlian, pekerjaan, serta pandangan, yang mendorong individu-individu untuk saling berhubungan secara teratur. Contohnya, kelompok sahabat, organisasi profesi, dan sebagainya.
b. Kelompok Patembayan
Kelompok patembayan (gesellschaft) identik dengan masyarakat kota. Kelompok patembayan sengaja dibentuk dan diorganisasikan oleh sejumlah orang untuk memenuhi kepentingan tertentu. Sekumpulan orang memang hadir bersama tapi masing-masing tetap mandiri dan mementingkan pamrih. Corak hubungan cenderung bersifat sementara dan semu, misalnya terbatas di bidang ekonomi, profesi, dan politik.

4) Robert Bierstedt (1913–1998)
Robert Bierstedt membedakan kelompok sosial, sebagai berikut :
a) Kelompok asosiasi (associational group)
Para anggotanya mempunyai kesadaran jenis, persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama, ada kontak dan komunikasi, di antara para anggota dijumpai adanya ikatan organisasi formal. Contohnya, OSIS, Pramuka, karang taruna, dan lainnya.
b) Kelompok sosial (social group)
Anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lain, tapi tidak terikat dalam ikatan organisasi. Contohnya, kelompok teman, kerabat.
c) Kelompok kemasyarakatan (societal group)
Kelompok yang hanya memiliki kesadaran akan persamaan di antara mereka. Belum ada kontak dan komunikasi di antara mereka, dan juga tak ada organisasi. Contohnya, pengelompokan penduduk menurut jenis kelamin.
d) Kelompok statistik (statistical group)
Tidak memenuhi seluruh kriteria Bierstedt. Kelompok statistik hanya ada dalam arti analitis dan merupakan hasil ciptaan para ilmuwan sosial. Contohnya, pengelompokan penduduk menurut usia dalam Sensus Penduduk.

5) William Graham Sumner (1840-1910)
William Graham Sumner mengungkapkan pembedaan antara kelompok kita (we-group) atau kelompok dalam (in-group) dengan orang lain maupun kelompok lain (other-group) atau kelompok luar (out-group). Menurut Sumner, di kalangan kelompok dalam dijumpai persahabatan, kerja sama, keteraturan, dan kedamaian. Sedangkan hubungan antara kelompok dalam dengan kelompok luar cenderung ditandai kecurigaan, kebencian, permusuhan, perang, dan sebagainya.

RANGKUMAN

  1. Emile Durkheim membedakan antara kelompok yang didasarkan pada solidaritas mekanis dan kelompok yang didasarkan pada solidaritas organis.
  2. Charles Horton Cooley memperkenalkan konsep kelompok primer (primary group) dan kelompok sekunder (secondary group).
  3. Ferdinand Tonnies membuat perbedaan antara dua jenis kelompok yang dinamakannyagemeinschaft dan gesellschaft.
  4. Robert Bierstedt membedakan kelompok sosial atas kelompok asosiasi, kelompok sosial, kelompok kemasyarakatan, dan kelompok statistik.
  5. William Graham Sumner mengungkapkan pembedaan antara kelompok dalam (in-group) dengan kelompok luar (out-group).

 

Tags: #Klasifikasi Kelompok Sosial

author
Author: 
    Valuta Asing dan Cara Pembayaran Internasional
    Valuta Asing dan Cara Pembayaran Internasional
    Valuta Asing dan Cara Pembayaran Internasional – Apa
    Hakikat, Manfaat, Kebijakan Perdagangan Internasional
    Hakikat, Manfaat, Kebijakan Perdagangan Internasional
    Hakikat, Manfaat, Kebijakan Perdagangan Internasional – Apa sajakah
    Definisi Negara Laos, Kamboja, Myanmar, dan Timor Leste
    Definisi Negara Laos, Kamboja, Myanmar, dan Timor Leste
    Definisi Negara Laos, Kamboja, Myanmar, dan Timor
    Definisi Negara Malaysia, Brunei Darussalam, dan Vietnam
    Definisi Negara Malaysia, Brunei Darussalam, dan Vietnam
    Definisi Negara Malaysia, Brunei Darussalam, dan Vietnam
    Must read×

    Top