close

Lembaga Keuangan Bank (LKB)

Lembaga Keuangan Bank (LKB) – Kita pasti sudah mengenal kata bank dalam kehidupan sehari-hari. Bank adalah lembaga keuangan untuk menabung dan meminjam dana. Dalam pelajaran kali ini akan dibahas lebih dalam tentang bank. Mari kita simak!.

A. Pengertian Bank

Lembaga Keuangan Bank (LKB) atau kita singkat dengan Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak.

B. Asas, Fungsi dan Tujuan Bank

Menurut Pasal 2 Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, dalam melakukan usahanya, perbankan di Indonesia berasaskan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian. Demokrasi ekonomi dilaksanakan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Fungsi utama Perbankan Indonesia adalah sebagai penghimpun dan sebagai penyalur dana masyarakat.

C. Tugas Utama Bank

Sesuai dengan fungsi dan tujuan bank tersebut, ada tiga tugas utama bank yang juga dikenal dengan produk-produk bank.
1. Bank sebagai penghimpun dana masyarakat melalui tabungan, giro, deposito.
2. Bank sebagai penyalur dana masyarakat
3. Bank sebagai perantara dalam lalu lintas pembayaran melalui pelayanan transfer, menerbitkan kartu kredit atau menerbitkan cek perjalanan (travellers’s cheque), ATM, dan fasilitas Save Deposit Box (SDB), yaitu tempat penyimpanan surat/dokumen penting/berharga.

D. Jenis-jenis Bank

Menurut Pasal 5 Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998, jenis bank terdiri atas bank umum dan bank perkreditan rakyat (BPR). Selain itu, juga terdapat Bank Sentral yaitu Bank Indonesia.
1.Bank Sentral
Bank sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia yang bertujuan mengatur dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Untuk mencapai tujuan tersebut, Bank Indonesia mempunyai tugas sebagai berikut:
Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter.
Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran.
Mengatur dan mengawasi bank.
Sebagai penyedia dana terakhir bagi bank umum, dalam bentuk bantuan likuiditas Bank Indonesia.

2. Bank Umum
Bank umum memiliki bentuk hukum, yaitu:
• Perseroan Terbatas (PT) yang dibagi lagi menjadi 3 yaitu yang dimiliki pemerintah contohnya Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, yang dimiliki swasta contohnya Bank BCA, Bank CIMB Niaga dan yang dimiliki oleh swasta asing contohnya Bank of China, Bank of India.
• Koperasi, contohnya adalah Bank Bukopin.
• Perusahaan daerah, contoh bank ini adalah bank yang dimiliki oleh pemerintah daerah misalnya Bank Jabar dimiliki oleh pemerintah Jawa Barat, Bank Nagari dimiliki oleh pemerintah Sumatera Barat.

3. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
Bank Perkreditan Rakyat hanya diperbolehkan menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, dan atau bentuk lain yang dipersamakan dengan itu. Namun, BPR juga boleh memberikan kredit kepada masyarakat sebagaimana dilakukan oleh bank umum.

Menurut pasal 13 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998, BPR mempunyai tugas sebagai berikut:
Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, dan atau bentuk lain yang dipersamakan dengan itu.
Memberikan kredit kepada masyarakat.
Menyediakan pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil.

4. Bank Syariah

Di beberapa kota di Indonesia banyak berdiri bank syariah. Bank Syariah tersebut dapat berasal dari bank umum maupun bank perkreditan rakyat (BPR). Bank umum tersebut antara lain Bank BNI Syariah, Bank Mandiri Syariah, dan Bank Danamon Syariah. Bank Syariah adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha menurut syariah Islam. Pada bank Syariah dikenal beberapa istilah dalam melaksanakan kegiatannya, misalnya :
a. Mudharabah, yaitu prinsip bagi hasil.
b. Musharakah, yaitu pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal.
c. Murabahah, yaitu prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan.
d. Ijarah, yaitu pembiayaan barang modal berdasarkan prinsip sewa murni tanpa pilihan.

RANGKUMAN

  1. Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak.
  2. Menurut Pasal 5 Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998, jenis bank terdiri atas bank umum dan bank perkreditan rakyat (BPR).
Lembaga Keuangan Bank (LKB) | Admin | 4.5