close

Mengenal Satelit Buatan dan Jenis-Jenisnya

Advertisement

Mengenal Satelit Buatan dan Jenis-Jenisnya – Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar tentang gerak edar bumi dan bulan terhadap matahari, serta pengaruhnya terhadap kehidupan di bumi. Kalian telah belajar tentang peristiwa-peristiwa yang ditimbulkan oleh gerakan bumi, bulan, dan matahari. Dalam topik ini, kalian akan belajar tentang satelit buatan yang telah dikembangkan oleh manusia, jenis-jenis orbitnya, dan manfaatnya bagi kehidupan.

A. Mengenal Satelit Buatan

Satelit merupakan sebuah benda di angkasa yang bergerak bersama planet berputar mengelilingi matahari. Satelit dibedakan menjadi dua yaitu satelit alami dan satelit buatan. Satelit alami adalah benda-benda luar angkasa alami (bukan buatan manusia) yang mengorbit pada sebuah planet atau benda lain yang lebih besar daripada dirinya. Contohnya satelit alami bumi adalah bulan. Satelit buatan merupakan benda buatan manusia yang sengaja diluncurkan ke luar angkasa dan beredar mengelilingi planet dengan tujuan untuk dapat memberikan manfaat tertentu. Satelit buatan manusia yang pertama kali mengorbit di bumi adalah satelit buatan Rusia bernama Sputnik 1 yang diluncurkan pada 4 Oktober 1957. Sputnik 2 diluncurkan pada 3 November 1957 berawak anjing bernama Laika. Kemudian diikuti oleh Amerika Serikat yang meluncurkan Explorer 1 pada 31 Januari 1958.

B. Jenis-Jenis Satelit Buatan

Berdasarkan fungsi dan manfaatnya, satelit dibedakan sebagai berikut.
1. Satelit astronomi adalah satelit yang digunakan untuk mengamati planet, galaksi, dan benda luar angkasa lainnya. Contoh satelit astronomi adalah seri Explorer dan seri Pioneer, Helios 1 dan 2, serta Solar Max dan Explorer Mesosfer.
2. Satelit komunikasi adalah satelit buatan yang dipasang di angkasa dengan tujuan telekomunikasi. Satelit komunikasi dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
a. Satelit pemantau (satelit pasif) yang hanya berfungsi sebagai reflektor (pemantau) bagi sinyal-sinyal gelombang mikro yang dipancarkan dari stasiun bumi.
b. Satelit pengulang (satelit aktif), yaitu satelit yang dapat menerima suatu sinyal dan dapat memperkuat serta memantulkan ulang sinyal tersebut karena memiliki alat pemancar ulang yang disebut transponder.
Contoh satelit komunikasi adalah Telstar I dan Palapa.
3. Satelit pengamat bumi, yaitu satelit yang dirancang khusus untuk mengamati bumi seperti pengamatan lingkungan, meteorologi, pembuatan peta, dan lain sebagainya. Contohnya adalah Sputnik III, Vangard I, Titos, Ess, dan Nimbos
4. Satelit navigasi, yaitu satelit yang menggunakan sinyal radio yang disalurkan ke penerima di permukaan tanah untuk menentukan lokasi sebuah titik di permukaan bumi seperti mengukur jarak antar bangunan. Contoh satelit navigasi adalah Transit.
5. Satelit mata-mata, yaitu satelit pengamat bumi yang digunakan untuk tujuan militer atau mata-mata. Contoh satelit militer adalah satelit Samos dan satelit Vela.
6. Satelit cuaca, yaitu satelit yang digunakan untuk mengamati cuaca dan iklim di bumi. Contohnya adalah satelit Tiros I.
7. Stasiun luar angkasa, yaitu struktur buatan manusia yang dirancang sebagai tempat tinggal manusia di luar angkasa. Stasiun luar angkasa mempunyai fasilitas pendaratan dan kendaraan lain yang digunakan sebagai transportasi dari dan ke stasiun. Stasiun luar angkasa dirancang untuk hidup jangka-menengah di orbit, untuk periode mingguan, bulanan, atau bahkan tahunan. Satelit buatan terbesar yang mengorbit di bumi yaitu Stasiun Angkasa Internasional (International Space Station).

C. Orbit Satelit Buatan

Orbit satelit dibedakan menjadi dua istilah, yaitu apogee (titik terjauh dengan bumi) dan perigee (titik terdekat dengan bumi).
Penggolongan orbit satelit berdasarkan ketinggiannya:
1. Orbit Rendah (Low Earth Orbit, LEO): 300 – 1.500 km di atas permukaan bumi.
2. Orbit Menengah (Medium Earth Orbit, MEO): 1.500 – 36.000 km.
3. Orbit Geosinkron (Geosynchronous Orbit, GSO): sekitar 36.000 km di atas permukaan bumi.
4. Orbit Geostasioner (Geostationary Orbit, GEO): 35.790 km di atas permukaan bumi.
5. Orbit Tinggi (High Earth Orbit, HEO): di atas 36.000 km.
Orbit berikut adalah orbit khusus yang juga digunakan untuk mengkategorikan satelit.
1. Orbit Molniya, yaitu orbit satelit dengan periode orbit 12 jam dan inklinasi sekitar 63⁰.
2. Orbit Sunsynchronous, yaitu orbit satelit dengan inklinasi dan tinggi tertentu yang selalu melintas ekuator pada jam lokal yang sama.
3. Orbit Polar, yaitu orbit satelit yang melintasi kutub.

Advertisement
Mengenal Satelit Buatan dan Jenis-Jenisnya | Admin | 4.5