close

Pembentukan Trikora dan Kembalinya Irian Barat Sebagai Wilayah RI

Advertisement

Pembentukan Trikora dan Kembalinya Irian Barat Sebagai Wilayah RI – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian akan mengetahui konflik yang terjadi seputar pembebasan Irian Barat.

PEMBENTUKAN TRIKORA DAN KEMBALINYA IRIAN BARAT KE WILAYAH INDONESIA

Mengapa Irian Barat baru bergabung dengan Indonesia jauh setelah kemerdekaan diproklamasikan ? Apa yang menghambat proses kembalinya Irian Barat dalam kedaulatan Indonesia ? Berikut penjelasannya.

Pasca buntunya perjuangan melalui diplomasi, Indonesia melakukan persiapan untuk perjuangan bersenjata. Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan menggandeng Amerika Serikat untuk menyediakan peralatan perang bagi Indonesia. Sayangnya, usul ini ditolak oleh Amerika Serikat.

Pada kesempatan kunjungan ke Moskow, melalui lobi KASAD A.H Nasution, akhirnya berhasil disepakati persetujuan kredit dari pihak Uni Soviet ke Indonesia dalam bentuk peralatan militer. Persetujuan ini disepakati pada 6 Januari 1961.

Langkah persiapan Indonesia ini diimbangi Belanda dengan mengirimkan kapal induk Karel Dorman untuk menggentarkan Indonesia sekaligus melaporkan Indonesia ke PBB. Menyadari situasi genting, pada 19 Desember 1961 dalam rapat di Yogyakarta, Presiden Soekarno mengumumkan komando yang dikenal dengan Tri Komando Rakyat (Trikora), yang berisi :
1) Gagalkan pembentukan negara Boneka Papua buatan kolonial Belanda,
2) Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat Tanah Air Indonesia, dan
3) Persiapan untuk mobilisasi umum mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan Tanah Air dan Bangsa.

Menindaklanjuti keluarnya Trikora, dibentuklah komando operasi yang disebut Komando Mandala Pembebasan Irian Barat. Komando operasi ini dipimpin oleh seorang Panglima, Mayjen Soeharto.Komando Mandala resmi bertugas pada 2 Januari 1962 dengan pokok-pokok misi sebagai berikut :
a) Merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi militer dengan tujuan mengembalikan wilayah Irian Barat ke dalam kekuasaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
b) Mengembangkan situasi militer di wilayah Irian Barat, dengan tujuan :
• Sesuai dengan taraf perjuangan diplomasi, dan
• Agar dalam waktu sesingkat-singkatnya di wilayah Irian Barat dapat diciptakan daerah bebas atau untuk mendudukkan kekuasaan pemerintah Republik Indonesia.

Untuk mencapai misi yang ditugaskan, Komando Mandala melakukan operasi militer dalam tiga tahap yaitu :
1. Tahap infiltrasi
Menerjunkan pasukan-pasukan dan sukarelawan di beberapa daerah seperti Fakfak dan Kaimana, Sorong, Merauke, serta Teminabun
2. Tahap eksploitasi
Menggelar Operasi Jayawijaya untuk merebut markas-markas Belanda.
3. Tahap konsolidasi
Menegakkan kekuasaan Republik Indonesia di Irian Barat.

Salah satu konflik yang cukup besar antara pasukan Indonesia dan serdadu Belanda terjadi di Laut Arafuru atau yang dikenal dengan ‘Peristiwa Laut Aru’. Peristiwa ini berawal dari serangan pesawat pengebom Belanda di wilayah Laut Indonesia yang sedang dijaga oleh tiga kapal patroli. Serangan mendadak ini berhasil diredam oleh pasukan Angkatan Laut Indonesia walaupun dalam perjuangan, satu kapal patroli yaitu KRI Macan Tutul, yang dipimpin oleh Komodor Laut Yos Sudarso tenggelam dan menewaskan Yos Sudarso, Kapten Wiratno, dan beberapa awak lainnya.

Bersamaan dengan konfrontasi dan operasi militer yang terjadi, perundingan antara Indonesia dan Belanda tetap berlangsung di Markas Besar PBB. Usulan baru kembali dikemukakan oleh Ellsworth Bunker yang berisi :
a. Belanda menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia melalui PBB atau UNTEA (United Nations Temporary Executive Authority).
b. Segera diadakan Penentuan Pendapat Rakyat.

Usulan ini akhirnya diterima oleh kedua belah pihak. Pada 15 Agustus 1962, diadakan Perjanjian New York yang menyepakati :
• Belanda akan menyerahkan Irian Barat kepada UNTEA paling lambat 1 Oktober 1962
• Pasukan Indonesia di Irian Barat akan berada di bawah komando UNTEA, sementara pasukan Belanda akan dipulangkan.
• Bendera Indonesia akan dikibarkan di Irian Barat sejak 31 Desember 1962, berdampingan dengan bendera PBB.
• Penyerahan resmi Irian Barat dari UNTEA kepada pemerintah RI selambat-lambatnya 1 Mei 1963.
• Pemerintah Indonesia wajib melaksanakan Penentuan Pendapat Rakyat selambat-lambatnya akhir tahun 1969.

Seluruh isi perjanjian ini dilaksanakan oleh pemerintahan dari kedua belah pihak dengan dibantu mediasi PBB. Pada April 1964, proses Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) digelar hingga 4 Agustus 1969. Hasilnya, rakyat Irian Barat memilih tetap bergabung dengan Republik Indonesia. Keinginan rakyat melalui Pepera ini kemudian disahkan pada 19 November 1969 oleh PBB.

RANGKUMAN

1) Irian Barat adalah wilayah yang dijadikan sengketa dengan Indonesia oleh Belanda.
2) Belanda menginginkan wilayah Irian Barat sebagai wilayah koloninya, mengingkari berbagai kesepakatan yang sudah dilakukan dengan Indonesia sebelumnya.

Advertisement
Pembentukan Trikora dan Kembalinya Irian Barat Sebagai Wilayah RI | Admin | 4.5