Pengenalan Larutan Asam, Basa, dan Garam

In IPA

Pengenalan Larutan Asam, Basa, dan Garam – Pada topik sebelumnya, kalian telah mempelajari tentang klasifikasi materi. Pada topik ini, kalian akan mempelajari tentang asam, basa, dan garam. Sebelumnya, kalian telah mengenal bahwa materi dikelompokkan menjadi tiga berdasarkan wujudnya yakni gas, cair, dan padat. Ada lagi pengelompokan materi lainnya berdasarkan sifat asam, basa, dan garam. Apa definisi asam, basa, dan garam tersebut? Bagaimanakah ciri-cirinya? Semua pertanyaan tersebut akan terjawab pada topik kali ini. Mari kita pelajari bersama.

Kalian pasti pernah mencicipi bakso bukan? Bakso akan terasa nikmat apabila ditambah dengan sedikit cuka dan garam.

Saat dicampur ke dalam bakso dengan komposisi yang tepat akan menambah cita rasa bakso tersebut. Namun, pernahkah kalian mecicipi cuka dan garam secara terpisah? Apakah rasa cuka? Bagaimanakah rasa garam? Kenapa rasa cuka berbeda dengan rasa garam? Penasaran dengan jawabannya? Ayo simak ulasan berikut ini.

Sejak zaman dahulu, kita memang telah berkenalan dengan istilah asam, basa, dan garam. Hal ini disebabkan materi yang bersifat asam, basa, dan garam sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Asam

Istilah asam berasal dari kata acetum dalam bahasa Latin yang diartikan sebagai cuka. Menurut Arrhenius, seorang ilmuwan kimia, asam adalah zat yang di dalam air akan melepaskan ion H+. Jadi semua rumus kimia asam mengandung ion hidrogen yang bermuatan positif. Selain definisi asam menurut Arrhenius, ada lagi definisi asam menurut Bronsted-Lowry. Asam menurut Bronsted-Lowry adalah zat yang mendonor proton. Proton yaitu atom yang bermuatan positif, contohnya ion hidrogen (H+).

Sifat asam yang kita kenal adalah memiliki rasa masam. Sifat khas lain dari asam adalah dapat bereaksi dengan berbagai bahan seperti logam, marmer, dan keramik. Reaksi logam dengan asam bersifat korosif, contohnya reaksi asam klorida dengan besi menyebabkan besi berkarat yaitu Besi (II) klorida, FeCl₂. Selain itu, asam juga bisa bertindak sebagai penghantar listrik atau elektrolit.
Asam yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari ditunjukkan oleh tabel berikut ini.

W1siZiIsIjIwMTUvMDYvMjIvMDMvNDAvNTYvODg3L1RhYmVsXzIwMS5KUEciXSxbInAiLCJ0aHVtYiIsIjYwMHhcdTAwM2UiLHt9XSxbInAiLCJjb252ZXJ0IiwiLWNvbG9yc3BhY2Ugc1JHQiAtc3RyaXAiLHsiZm9ybWF0IjoianBnIn1dXQ Pengenalan Larutan Asam, Basa, dan Garam

2. Basa

Istilah basa atau alkali berasal dari bahasa arab yang berarti abu. Menurut Arrhenius, basa adalah zat yang di dalam air akan melepaskan ion OH. Jadi semua rumus kimia basa akan mengandung ion hidroksida yang bermuatan negatif. Sementara itu, Bronsted-Lowry mendefinisikan basa sebagai zat yang menerima proton atau ion positif.
Sifat basa yang biasa dikenal yaitu pahit dan terasa licin apabila disentuh. Zat basa dapat merusak kulit (kaustik). Sama halnya dengan asam, basa juga bisa menghantarkan listrik atau elektrolit. Tabel berikut ini menunjukkan basa yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

W1siZiIsIjIwMTUvMDYvMjIvMDMvNDAvNTYvODg3L1RhYmVsXzIwMS5KUEciXSxbInAiLCJ0aHVtYiIsIjYwMHhcdTAwM2UiLHt9XSxbInAiLCJjb252ZXJ0IiwiLWNvbG9yc3BhY2Ugc1JHQiAtc3RyaXAiLHsiZm9ybWF0IjoianBnIn1dXQ Pengenalan Larutan Asam, Basa, dan Garam

3. Garam

Garam adalah zat yang terbentuk dari pencampuran asam dan basa. Reaksi asam dengan basa ini juga biasa disebut reaksi penetralan. Namun, garam tidak selalu bersifat netral. Garam dapur (NaCl) merupakan salah satu contoh garam yang terbentuk antara asam klorida dan natrium hidroksida. Garam juga memiliki sifat sebagai penghantar listrik sama halnya dengan asam dan basa. Berikut ini contoh garam yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

W1siZiIsIjIwMTUvMDYvMjIvMDMvNDAvNTYvODg3L1RhYmVsXzIwMS5KUEciXSxbInAiLCJ0aHVtYiIsIjYwMHhcdTAwM2UiLHt9XSxbInAiLCJjb252ZXJ0IiwiLWNvbG9yc3BhY2Ugc1JHQiAtc3RyaXAiLHsiZm9ybWF0IjoianBnIn1dXQ Pengenalan Larutan Asam, Basa, dan Garam

Tags: #Basa #dan Garam #Pengenalan Larutan Asam

author
Author: 
    Menentukan pH dengan Indikator
    Menentukan pH dengan Indikator
    Menentukan pH dengan Indikator – Pada topik sebelumnya,
    Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi
    Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi
    Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi – Mendiskusikan pokok
    Menentukan Orde Reaksi
    Menentukan Orde Reaksi
    Menentukan Orde Reaksi – Dalam pertemuan ini, kita
    Kalkulasi Ekuilibrium
    Kalkulasi Ekuilibrium
    Kalkulasi Ekuilibrium – Topik ini membahas tentang kalkulasi
    Must read×

    Top