close

Pengertian dan Pembabakan Zaman Prasejarah

Pengertian dan Pembabakan Zaman Prasejarah – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai pengertian dan pembabakan zaman prasejarah.

PENGERTIAN DAN PEMBABAKAN ZAMAN PRASEJARAH

Kehidupan manusia pada zaman prasejarah senantiasa mengalami perubahan dan perkembangan. Apakah yang dimaksud dengan zaman prasejarah? Bagaimanakah pembabakan zaman prasejarah? Mari simak bahasan berikut.

Kehidupan manusia pada zaman prasejarah senantiasa mengalami perubahan dan perkembangan. Dari yang awalnya sederhana, kemudian berubah menjadi lebih maju. Kehidupan manusia prasejarah belum menetap dan selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Oleh karena pola hidup yang masih tergantung dengan hasil alam dari tempat yang didiami, maka mereka senantiasa berupaya mencari tempat yang masih banyak menyediakan bahan makanan. Cara hidup yang bercorak mengumpulkan makanan dikenal dengan sebutan food gathering.

Perkembangan kehidupan masyarakat prasejarah yang menetap di Indonesia dapat dibagi berdasarkan corak kehidupannya, yaitu:

1) Zaman berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana
Ciri-ciri zaman berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana, yakni:
• Manusia pada masa ini memiliki pikiran dan kecakapan yang sangat terbatas. Mereka hidup di dataran rendah yang terdapat sumber air dan makanan.
• Kegiatan kehidupan mereka adalah berburu dan mengumpulkan makanan.
• Hidup secara berkelompok dalam jumlah yang kecil, untuk saling melindungi diri dari binatang buas.
• Hidup berpindah-pindah tempat (nomaden) apabila sumber makanan berkurang.
• Alat-alat yang digunakan masih sangat sederhana, terbuat dari potongan batu, tulang, atau kayu yang tidak dibentuk.

2) Zaman berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut
Ciri-ciri zaman berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut, yaitu:
• Manusia pada masa ini berburu dengan menggunakan alat berupa kapak batu, tongkat, dan tombak kayu. Perburuan ini bisa menjangkau daerah yang cukup jauh.
• Proses mengumpulkan makanan tidak hanya dilakukan di sekitar tempat tinggalnya, tetapi mencakup daerah lainnya.
• Tempat tinggalnya di gua-gua.
• Hidup berpindah tempat dilakukan jika sumber makanan berkurang.
• Alat-alat yang digunakan masih berbentuk kasar, terbuat dari batu, tulang, atau tanduk yang lebih tajam dan runcing.

3) Zaman bercocok tanam
Ciri-ciri zaman bercocok tanam, di antaranya adalah:
• Pola hidupnya mulai menetap di dataran rendah secara berkelompok dan sudah memilih pemimpin.
• Manusia, pada masa ini, sudah mengenal cara bercocok tanam, mengolah tanah, dan memelihara hewan.
• Manusia mulai menguasai cara menyimpan makanan dan mengawetkan makanan secara sederhana.
• Manusia mengenal sistem kepercayaan terhadap roh nenek moyang dan kekuatan alam. Sistem kepercayaan ini ditunjukkan melaui simbol-simbol gambar berwarna, bangunan, dan arca yang terbuat dari batu besar
• Alat-alat yang digunakan terbuat dari batu dan bahan lainnya yang sudah diasah.

4) Zaman perundagian
Ciri-ciri zaman perundagian, antara lain:
• Sudah terbentuk kelompok-kelompok kerja dalam bidang pertukangan.
• Adanya status keanggotaan masyarakat yang didasarkan pada tingkat kekayaan.
• Sudah mengenal teknik pengolahan logam, sehingga alat-alat upacara, senjata, dan peralatan kerja yang digunakan dibuat dari tembaga, perunggu, atau besi.
• Manusia sudah membuat perhiasan dari emas.
• Tempat-tempat ibadah digunakan untuk memuja roh nenek moyang, terbuat dari batu-batu besar.
• Kepercayaan mereka adalah animisme dan dinamisme.

Berdasarkan tingkat peradabannya, zaman prasejarah dibedakan atas beberapa kurun waktu, antara lain:

1) Zaman Batu
Zaman batu merupakan suatu zaman atau masa yang masyarakatnya masih menggunakan peralatan terbuat dari batu. Adapun ciri-ciri zaman batu, yaitu:
• Peralatan yang digunakan masyarakatnya masih menggunakan bahan dari batu.
• Alat dari batu ini digunakan untuk mempertahankan diri dari serangan binatang buas serta mencari dan mengolah makanan.
• Selain batu, digunakan juga peralatan dari kayu, tetapi tidak ada bekasnya kerena lapuk dan tidak tahan lama.
• Pola pikir manusianya masih sangat sederhana.
Zaman batu dibedakan lagi menjadi Zaman Batu Tua, Zaman Batu Madya, Zaman Batu Muda, dan Zaman Batu Besar.

2) Zaman Logam
Zaman logam merupakan suatu zaman atau masa dimana masyarakatnya sudah mulai menggunakan peralatan terbuat dari logam. Adapun ciri-ciri zaman logam, yaitu:
• Manusia yang hidup pada zaman ini sudah mulai bertempat tinggal menetap.
• Peralatan yang digunakan masyarakatnya sudah beralih ke bahan-bahan yang terbuat dari logam.
• Mata pencaharian tidak hanya dari pertanian, tetapi juga melalui usaha perdagangan (jual beli alat dari logam).
• Pola pikir masyarakatnya mengalami kemajuan dengan bukti bahwa mereka sudah menyentuh nilai-nilai keagamaan, yaitu melakukan ritual tradisi memuja roh nenek moyang.
• Memiliki kemampuan tambahan, yaitu berlayar dengan menggunakan perahu cadik.
Zaman logam dibedakan lagi menjadi Zaman Tembaga, Zaman Perunggu, dan Zaman Besi.

RANGKUMAN

1) Perkembangan kehidupan masyarakat prasejarah yang menetap di Indonesia dapat dibagi berdasarkan corak kehidupannya, yaitu:
• Zaman berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana,
• Zaman berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut,
• Zaman bercocok tanam, dan
• Zaman perundagian.
2) Berdasarkan tingkat peradabannya, zaman prasejarah dibedakan atas beberapa kurun waktu, antara lain, zaman Batu dan zaman Logam.

Incoming search terms:

  • pembabakan mata pencaharian
Pengertian dan Pembabakan Zaman Prasejarah | Admin | 4.5