close

Penggunaan EYD dalam Menulis Cerpen

Advertisement

Penggunaan EYD dalam Menulis Cerpen – Siswa mampu menulis karangan berdasarkan kehidupan diri sendiri dalam cerpen.

Tujuan
Siswa mampu menggunakan EYD dalam menulis cerpen.

Sebelumnya, kalian sudah mampu mengembangkan konflik dalam menulis cerita pendek. Namun, kalian harus mengetahui bahwa tulisan yang baik harus memenuhi kaidah bahasa yang baik di samping cerita yang menarik. Oleh sebab itu, kalian akan belajar menggunakan ejaan yang disempurnakan dalam cerita pendek kalian.

Ejaan yang Disempurnakan

Ejaan yang disempurnakan (EYD) adalah pedoman kaidah kebahasaan Indonesia yang baik dan benar. EYD merupakan petunjuk penggunaan bahasa Indonesia yang diakui negara sejak 16 Agustus 1972 hingga sekarang. EYD mencakup kaidah penulisan huruf, pemakaian huruf, penulisan kata, penulisan unsur serapan, dan pemakaian tanda baca, baik dalam bahasa lisan maupun bahasa tulisan.

Beberapa pedoman penting dalam EYD adalah sebagai berikut.

1. Penulisan huruf, yaitu meliputi:
– penulisan abjad dalam bahasa Indonesia,
– pembedaan huruf vokal dan konsonan,
– penulisan diftong, yaitu gabungan vokal (diftong yang terdapat dalam EYD adalah ai, au, dan oi),
– penulisan gabungan konsonan (gabungan konsonan yang terdapat dalam EYD adalah kh, ng, ny, dan sy), dan
– pemenggalan kata.

2. Pemakaian huruf kapital (huruf besar) dan huruf miring
a. Huruf kapital digunakan antara lain sebagai berikut.
– Huruf pertama dalam kalimat;
– huruf pertama petikan langsung;
– huruf pertama ungkapan atau istilah suci dan keagamaan, seperti Tuhan, Allah, Alkitab, dan lain-lain;
– huruf pertama dari setiap unsur-unsur judul tulisan, kecuali kata penghubung yang terletak di tengah.
b. Huruf miring digunakan antara lain sebagai berikut.
– Nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan.
– Nama atau ungkapan asing, termasuk di dalamnya istilah ilmiah.

3. Penulisan kata, yaitu meliputi:
– penulisan kata dasar, yaitu kata-kata bahasa Indonesia yang baku sesuai yang tertera dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia;
– penulisan kata turunan, seperti kata berimbuhan dan gabungan kata;
– penulisan bentuk ulang;
– penulisan kata ganti –ku, kau-, -mu, dan –nya;
– penulisan kata depan di, ke, dan dari (kata depan tersebut dipisah dari kata lain yang dilekatinya, misalnya di taman, ke pasar, dan dari Bandung);
– penulisan singkatan dan akronim;
– penulisan angka dan lambang bilangan.

4. Penulisan unsur serapan, yaitu kata-kata dalam bahasa Indonesia yang diserap dari bahasa asing.
5. Pemakaian tanda baca , yaitu meliputi tanda titik (.), tanda koma (,), tanda titik koma (;), tanda titik dua (:), tanda hubung (-), tanda pisah (—), tanda elipsis (…), tanda kurung ((…)), tanda tanya (?), tanda seru (!), tanda kurung siku ([…]), tanda petik (“…”), tanda petik tunggal (‘…’), tanda garis miring (/), dan tanda penyingkat atau apostrof (’).

Contoh Penggunaan EYD dalam Cerpen

Perhatikan penggalan cerpen berikut ini!

Sepucuk Rindu Dari Anyer

Matahari mulai tenggelam saat ku duduk dibangku kayu yang memanjang. Bangku tersebut menghadap selat sunda yang begitu lepas. Angin sepoy-sepoy menyibak rambutku yang di biarkan tergerai. Beberapa orang lalu lalang dan ramai-ramai berphoto dengan senja. Namun, pikiranku tetap tertuju pada headline koran pagi tadi.
lihat, sepertinya aku kenal orang itu!” ucap seorang lelaki yang berlalu di depanku. Orang di sebelahnya lantas memperhatkanku.
….

Dalam penggalan cerpen tersebut terdapat kata-kata dan tanda baca yang diberi garis bawah sebagai tanda bahwa kata atau tanda baca tersebut salah. Berikut penjelasannya:

1. Kata depan dari pada judul seharusnya ditulis dengan huruf kecil karena merupakan kata depan (kecuali terletak di awal judul).
2. Klausa ku duduk seharusnya ditulis kududuk karena kata ganti ganti ku- ditulis serangkai dengan kata yang dilekatinya.
3. Frasa dibangku seharusnya ditulis terpisah menjadi di bangku karena di pada frasa tersebut adalah kata depan.
4. Frasa selat sunda seharusnya diawali dengan huruf kapital karena merupakan unsur geografi, yaitu Selat Sunda.
5. Kata ulang sepoy-sepoy seharusnya sepoi-sepoi karena penulisan diftong yang benar adalahoi.
6. Kata di biarkan ditulis serangkai karena di- pada kata tersebut merupakan imbuhan, bukan kata depan.
7. Kata berphoto seharusnya berfoto karena kata photo bukan kata baku.
8. Kata headline seharus ditulis miring karena unsur kata asing.
9. Kata lihat seharusnya diawali huruf kapital karena huruf pertama pada petikan langsung.
10. Tanda elipsis sudah ditulis dengan benar. Fungsinya untuk menandakan bahwa ada bagian yang dihilangkan pada cerpen tersebut.

Hasil perbaikan EYD

                                            Sepucuk Rindu dari Anyer

Matahari mulai tenggelam saat kududuk di bangku kayu yang memanjang. Bangku tersebut menghadap Selat Sunda yang begitu lepas. Angin sepoi-sepoi menyibak rambutku yang dibiarkan tergerai. Beberapa orang lalu lalang dan ramai-ramai berfoto dengan senja. Namun, pikiranku tetap tertuju pada headline koran pagi tadi.
“Lihat, sepertinya aku kenal orang itu!” ucap seorang lelaki yang berlalu di depanku. Orang di sebelahnya lantas memperhatikanku.
….

Poin Penting

  1. Cerita pendek (cerpen) adalah karangan pendek yang berbentuk prosa. Karakteristik cerpen antara lain panjangnya tidak lebih dari 10.000 kata, alur tunggal dan lurus, serta konflik yang dialami tokoh lebih sederhana daripada novel dan tidak menimbulkan perubahan nasib tokoh.
  2. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah pedoman kaidah kebahasaan Indonesia yang baik dan benar, termasuk di antaranya digunakan dalam menulis cerpen.
Advertisement
Penggunaan EYD dalam Menulis Cerpen | Admin | 4.5