close

pH Larutan Garam

Advertisement

pH Larutan Garam – Jika pada topik sebelumnya kalian telah belajar tentang hidrolisis total garam, maka pada topik kali ini kalian akan belajar tentang pH larutan garam. Sebelum kalian belajar tentang pH larutan garam, masih ingatkah kalian apa itu pH? Baiklah, agar kalian ingat kembali, simak dengan baik penjelasan berikut ini.

 PENGERTIAN pH 

pH adalah bilangan yang menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan. Besarnya pH dinyatakan dengan –log [H+].

Dalam suatu larutan:

larutan asam memiliki      pH < 7
larutan basa memiliki       pH > 7
larutan netral memiliki     pH = 7

Nah, sekarang kalian sudah ingat bukan? Jika sudah, mari kita mulai belajar tentang pH larutan garam.

 pH LARUTAN GARAM 

Garam yang terhidrolisis di dalam air akan bersifat asam atau basa. Sifat asam atau basa ditentukan oleh larutan yang kuat dalam hidrolisis garam tersebut.

A. Menghitung pH Larutan Garam yang Bersifat Asam

Garam yang bersifat asam berasal dari larutan asam kuat dan basa lemah. Contoh larutan garam yang bersifat asam adalah NH4NO3, NH4Cl, dan NH4Br.

Mari kita perhatikan reaksi hidrolisis berikut:

NH4+ + H2O NH4OH + H+

Kh = [NH4OH][H+][NH+4]

atau Kh = KwKb

dengan:

Kh = tetapan hidrolisis

Kw = tetapan kesetimbangan air (Kw = 10-14 )

Kb = tetapan kesetimbangan untuk ionisasi basa lemah

Jadi, untuk hidrolisis garam yang besifat asam berlaku:

[H+] = Khx[g]−−−−−−√=KwKbx[g]−−−−−−√

dengan [g] adalah konsentrasi garam.

Contoh

Contoh 1:

Tentukan pH 100 mL larutan garam NH4Cl 0,1 M.
(Kb NH4OH = 10-5)

Penyelesaian:

Garam NH4Cl berasal dari asam kuat dan basa lemah, berarti garam bersifat asam.

Reaksi:       NH4OH + HCl NH4Cl

Diketahui bahwa [NH4Cl] = [g] = 0,1 M, maka:

[H+] = Khx[g]−−−−−−√=KwKbx[g]−−−−−−√=1014105x0,1−−−−−−−−√=1010−−−−−√=105

pH = -log [H+] = -log 10-5 = 5

Jadi, larutan garam NH4Cl tersebut memiliki pH sebesar 5.

Contoh 2:

Tentukan pH larutan garam yang diperoleh dengan melarutkan 5,35 gram NH4Cl (Mr = 53,5) kedalam air hingga volume 250 mL.
(Kb NH4OH = 10-5)

Penyelesaian:

Untuk menghitung pH garam NH4Cl, kita harus mencari konsentrasi garam terlebih dahulu dengan menggunakan rumus molaritas, yaitu:

M = grMrx1000V

dengan:

M    = molaritas (konsentrasi)

gr    = massa zat terlarut

Mr   = massa molekul relatif

V     = volume zat terlarut

Dengan demikian, diperoleh:

M = 5,3553,5x1000250=0,4M

Selanjutnya, kita tentukan pHnya dengan cara berikut ini.

[H+] = Khx[g]−−−−−−√=KwKbx[g]−−−−−−√=1014105x0,4−−−−−−−−√=4x1010−−−−−−√=2x105

pH = -log [H+] = -log 2 x 10-5 = 5 – log 2

Jadi, larutan NH4Cl tersebut memiliki pH sebesar 5 – log 2.

B. 

Garam yang bersifat basa berasal dari larutan asam lemah dan basa kuat. Contoh larutan garam yang bersifat Menghitung pH Larutan Garam yang Bersifat Basabasa adalah CH3COONa, CH3COOK, dan HCOONa.

Mari kita perhatikan reaksi hidrolisis berikut:

CH3COO + H2O CH3COOH + OH

Kh = [CH3COOH][OH][CH3COO]

atau Kh = KwKa

dengan:

Kh = tetapan hidrolisis

Kw = tetapan kesetimbangan air (Kw = 10-14 )

Ka = tetapan kesetimbangan untuk ionisasi asam lemah

Jadi, untuk hidrolisis garam yang besifat basa berlaku:

[OH] = Khx[g]−−−−−−√=KwKax[g]−−−−−−√

dengan [g] adalah konsentrasi garam.

Contoh

Contoh 3:

Tentukan pH 100 mL larutan garam CH3COONa 0,1 M.
(Ka CH3COOH = 10-5)

Penyelesaian:

Garam CH3COONa berasal dari asam lemah dan basa kuat, berarti garam bersifat basa.

Reaksi:       CH3COOH + NaOH CH3COONa + H2O

Diketahui bahwa [CH3COONa] = [g] = 0,1 M, maka:

[OH] = Khx[g]−−−−−−√=KwKax[g]−−−−−−√=1014105x0,1−−−−−−−−√=1010−−−−−√=105

pOH = -log [OH] = -log 10-5 = 5

pH = 14 – pOH = 14 – 5 = 9

Jadi, larutan garam CH3COONa tersebut memiliki pH sebesar 9.

Contoh 4:

Tentukan pH larutan garam yang diperoleh dengan melarutkan 0,41 gram CH3COONa (Mr = 82) kedalam air hingga volume 500 mL.
(Kh = 10-9)

Penyelesaian:

Terlebih dahulu kita harus mencari konsentrasi garamnya, yaitu:

M = grMrx1000V

dengan:

M    = molaritas (konsentrasi)

gr    = massa zat terlarut

Mr   = massa molekul relatif

V     = volume zat terlarut

Dengan demikian, diperoleh:

M = 0,4182x1000500=102M

Selanjutnya, kita tentukan pHnya dengan cara berikut ini.

[OH] = Khx[g]−−−−−−√=109x102−−−−−−−−√=1011−−−−−√=105,5

pOH = -log [OH] = -log 10-5,5 = 5,5

pH = 14 – pOH = 14 – 5,5 = 8,5

Jadi, larutan CH3COONa tersebut memiliki pH sebesar 8,5.

C. Menghitung pH Larutan Garam yang Mengalami Hidrolisis Sempurna

Garam yang mengalami hidrolisis sempurna atau hidrolisis total berasal dari larutan asam lemah dan basa lemah. Garam ini dapat bersifat asam, basa ataupun netral. Contohnya adalah CH3COONH4.

Mari kita perhatikan reaksi hidrolisis berikut:

CH3COO + NH4+ CH3COOH + NH4OH

Kh = [CH3COOH][NH4OH][CH3COO][NH+4]

atau Kh = KwKaxKb

dengan:

Kh = tetapan hidrolisis

Kw = tetapan kesetimbangan air (Kw = 10-14 )

Ka = tetapan kesetimbangan untuk ionisasi asam lemah

Kb = tetapan kesetimbangan untuk ionisasi basa lemah

Jadi, untuk garam yang terhidrolisis sempurna berlaku:

[H+] = KhxK2a−−−−−−√=KwKbxKa−−−−−−√

Berdasarkan persamaan tersebut dapat kita ketahui bahwa nilai [H+], [OH] dan pH yang dihasilkan sangat bergantung pada harga Ka dan Kb.

Contoh

Contoh 5:

Tentukan pH 250 mL larutan garam CH3COONH4 0,2 M.
(Ka CH3COOH = 10-5 dan Kb NH4OH = 10-5 )

Penyelesaian:

Garam CH3COONH4 berasal dari asam lemah dan basa lemah, berarti garam mengalami hidrolisis sempurna dengan Ka CH3COOH = 10-5 dan Kb NH4OH = 10-5

Dengan demikian, diperoleh:

[H+] =KwKbxKa−−−−−−√=1014105x105−−−−−−−−√=1014−−−−−√=107

pH = -log [H+] = -log 10-7 = 7

Jadi, larutan garam CH3COONH4 tersebut memiliki pH sebesar 7. Dapat kita ketahui bahwa garam tersebut bersifat netral.

Apakah kalian sudah paham tentang pH larutan garam? Agar pemahaman kalian bertambah, yuk kerjakan latihan soal-soal yang ada.

Advertisement
pH Larutan Garam | Admin | 4.5