Pola Bilangan

In Pendidikan

Pola Bilangan – Pada saat kalian SMP, kalian telah mempelajari topik pola bilangan.

Apakah kalian masih ingat dengan topik tersebut?

Nah, dalam topik ini, kalian akan mempelajari kembali topik tersebut, sebagai dasar dalam mempelajari barisan aritmetika dan barisan geometri.

Menentukan pola bilangan merupakan bagian penting dalam pemecahan masalah matematika. Apabila kalian terbiasa menentukan pola bilangan, maka kemampuan kalian dalam mendiskripsikan, menganalisis, merepresentasi, dan sistematika berfikir kalian akan lebih meningkat.

Misalkan ada kasus pembunuhan berantai. Seorang detektif harus dapat menangkap si pelaku hanya dari barang bukti yang ada dan menemukan polanya sebagai petunjuk untuk mengidentifikasi si pelaku.

Menarik bukan?
Mari kita pelajari kembali materi tentang pola bilangan dengan mencermati topik ini.

PENGERTIAN POLA BILANGAN

Pola disebut juga sebagai susunan atau struktur. Pola bilangan dapat diartikan sebagai aturan untuk menyusun suatu bilangan. Nah, susunan bilangan yang teratur dan membentuk pola tertentu nantinya kita sebut sebagai barisan bilangan.

Selanjutnya, pola bilangan atau susunan bilangan dibedakan menjadi dua macam, yaitu pola bilangan yang tidak teratur dan pola bilangan yang teratur.

Pola bilangan dikatakan tidak teratur jika bilangan tersusun tanpa ada pola tertentu antara bilangan satu dengan bilangan berikutnya.
Contoh: 1, 3, 4, 5, 8, …

Pola bilangan dikatakan teratur jika bilangan tersusun dengan mengikuti pola tertentu.
Pola bilangan yang termasuk pola bilangan yang teratur antara lain adalah pola bilangan garis lurus, pola bilangan persegipanjang, pola bilangan persegi, pola bilangan segitiga, pola bilangan ganjil, pola bilangan genap, pola bilangan segitiga Pascal, dan pola bilangan Fibonacci.

Pola Bilangan Garis Lurus

Dalam pola bilangan garis lurus, suatu bilangan digambarkan dengan noktah yang membentuk pola garis lurus.

W1siZiIsIjIwMTUvMDIvMTkvMTIvNTMvMjAvNzY1L2wxLlBORyJdLFsicCIsInRodW1iIiwiNjAweFx1MDAzZSIse31dXQ Pola Bilangan

Pola Bilangan Persegipanjang

Pada pola persegipanjang, noktah disusun sedemikian rupa sehingga membentuk suatu persegipanjang.

W1siZiIsIjIwMTUvMDIvMTkvMTIvNTMvMjAvNzY1L2wxLlBORyJdLFsicCIsInRodW1iIiwiNjAweFx1MDAzZSIse31dXQ Pola Bilangan

Pola Bilangan Persegi

Persegi merupakan bangun datar yang keempat sisinya sama panjang, begitu juga dengan pola bilangan persegi. Semua noktah pada pola bilangan persegi disusun sedemikian rupa sehingga keempat sisinya sama panjang.

W1siZiIsIjIwMTUvMDIvMTkvMTIvNTMvMjAvNzY1L2wxLlBORyJdLFsicCIsInRodW1iIiwiNjAweFx1MDAzZSIse31dXQ Pola Bilangan

Pola Bilangan Segitiga

Pada pola bilangan segitiga, noktah disusun sedemikian hingga membentuk segitiga, dimana jumlah noktah pada alas segitiga selalu bertambah satu.

W1siZiIsIjIwMTUvMDIvMTkvMTIvNTMvMjAvNzY1L2wxLlBORyJdLFsicCIsInRodW1iIiwiNjAweFx1MDAzZSIse31dXQ Pola Bilangan

Pola Bilangan Ganjil

Pola bilangan ganjil adalah suatu pola yang tersusun atas bilangan-bilangan ganjil.
Pola bilangan ganjil dimulai dari bilangan 1 dan bilangan selanjutnya diperoleh dengan cara menjumlahkan bilangan sebelumnya dengan bilangan 2.

W1siZiIsIjIwMTUvMDIvMTkvMTIvNTMvMjAvNzY1L2wxLlBORyJdLFsicCIsInRodW1iIiwiNjAweFx1MDAzZSIse31dXQ Pola Bilangan

Pola Bilangan Genap

Pola bilangan genap adalah suatu pola yang tersusun atas bilangan-bilangan genap.
Pola bilangan genap dimulai dari bilangan 2 dan bilangan selanjutnya diperoleh dengan cara menjumlahkan bilangan sebelumnya dengan bilangan 2.

W1siZiIsIjIwMTUvMDIvMTkvMTIvNTMvMjAvNzY1L2wxLlBORyJdLFsicCIsInRodW1iIiwiNjAweFx1MDAzZSIse31dXQ Pola Bilangan

Pola Bilangan Segitiga Pascal

Dalam segitiga Pascal, susunan bilangan selalu di awali dan diakhiri dengan bilangan 1, sedangkan bilangan yang terletak di dalamnya merupakan hasil penjumlahan dari dua bilangan yang berdekatan pada baris sebelumnya.

W1siZiIsIjIwMTUvMDIvMTkvMTIvNTMvMjAvNzY1L2wxLlBORyJdLFsicCIsInRodW1iIiwiNjAweFx1MDAzZSIse31dXQ Pola Bilangan

Pola Bilangan Fibonacci

Pola bilangan Fibonacci merupakan pola bilangan yang bilangan setelahnya diperoleh dari menjumlahkan dua bilangan sebelumnya. Adapun dua bilangan pertama dalam pola bilangan Fibonacci adalah bilangan 1.

Barisan bilangan Fibonacci: 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, …

MENENTUKAN POLA BILANGAN

Menentukan pola bilangan bukan berarti menyebutkan nama pola seperti contoh di atas, melainkan menentukan nilai bilangan yang belum ada, sesuai dengan pola yang sudah ditentukan sebelumnya.

Contoh 1:

Diketahui barisan bilangan: 3, 6, 7, 14, 15, 30, … , … , ….
Tentukan tiga bilangan selanjutnya.

Penyelesaian:

Pola bilangan di atas dapat digambarkan sebagai berikut:

W1siZiIsIjIwMTUvMDIvMTkvMTIvNTMvMjAvNzY1L2wxLlBORyJdLFsicCIsInRodW1iIiwiNjAweFx1MDAzZSIse31dXQ Pola Bilangan

Berdasarkan pola di atas, dapat kita simpulkan bahwa tiga bilangan selanjutnya adalah
30, 31, 62.

Contoh 2:

Lengkapilah barisan bilangan berikut: 14,12,...,...,114,112,134.

Penyelesaian:

Pola bilangan di atas dapat digambarkan sebagai berikut:

W1siZiIsIjIwMTUvMDIvMTkvMTIvNTMvMjAvNzY1L2wxLlBORyJdLFsicCIsInRodW1iIiwiNjAweFx1MDAzZSIse31dXQ Pola Bilangan

Aturan pola bilangan di atas adalah menjumlahkan bilangan sebelumnya dengan 14.

Dengan demikian, dua bilangan untuk melengkapi barisan di atas adalah 34 dan 1.

Contoh 3:

Lengkapilah pola bilangan berikut.

W1siZiIsIjIwMTUvMDIvMTkvMTIvNTMvMjAvNzY1L2wxLlBORyJdLFsicCIsInRodW1iIiwiNjAweFx1MDAzZSIse31dXQ Pola Bilangan

Penyelesaian:

Jika kita perhatikan gambar di atas, jumlah noktah pada alas segitiga selalu bertambah dua pada gambar selanjutnya.

Nah, jika gambar kita lanjutkan, maka akan diperoleh hasil sebagai berikut:

W1siZiIsIjIwMTUvMDIvMTkvMTIvNTMvMjAvNzY1L2wxLlBORyJdLFsicCIsInRodW1iIiwiNjAweFx1MDAzZSIse31dXQ Pola Bilangan
W1siZiIsIjIwMTUvMDIvMTkvMTIvNTMvMjAvNzY1L2wxLlBORyJdLFsicCIsInRodW1iIiwiNjAweFx1MDAzZSIse31dXQ Pola Bilangan

Contoh 4:

Diketahui barisan bilangan: 1, 2, 4, 7, … , … , ….
Tentukan tiga bilangan selanjutnya.

Penyelesaian:

W1siZiIsIjIwMTUvMDIvMTkvMTIvNTMvMjAvNzY1L2wxLlBORyJdLFsicCIsInRodW1iIiwiNjAweFx1MDAzZSIse31dXQ Pola Bilangan

Berdasarkan pola di atas, dapat kita simpulkan bahwa bilangan selanjutnya adalah
11, 16, dan 22.

 

Tags: #Pola Bilangan

author
Author: 
    Valuta Asing dan Cara Pembayaran Internasional
    Valuta Asing dan Cara Pembayaran Internasional
    Valuta Asing dan Cara Pembayaran Internasional – Apa
    Hakikat, Manfaat, Kebijakan Perdagangan Internasional
    Hakikat, Manfaat, Kebijakan Perdagangan Internasional
    Hakikat, Manfaat, Kebijakan Perdagangan Internasional – Apa sajakah
    Definisi Negara Laos, Kamboja, Myanmar, dan Timor Leste
    Definisi Negara Laos, Kamboja, Myanmar, dan Timor Leste
    Definisi Negara Laos, Kamboja, Myanmar, dan Timor
    Definisi Negara Malaysia, Brunei Darussalam, dan Vietnam
    Definisi Negara Malaysia, Brunei Darussalam, dan Vietnam
    Definisi Negara Malaysia, Brunei Darussalam, dan Vietnam
    Must read×

    Top