Proses Masuk dan Berkembangnya Agama Islam di Indonesia

Proses Masuk dan Berkembangnya Agama Islam di Indonesia – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia.

PROSES MASUK DAN BERKEMBANGNYA AGAMA ISLAM DI INDONESIA

Agama Islam berkembang pesat di berbagai belahan dunia dan akhirnya masuk ke Indonesia. Bagaimanakah proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia? Mari simak bahasan berikut.

Di daerah Timur Tengah terdapat tiga pusat peradaban, yaitu peradaban Mesopotamia di lembah Sungai Eufrat dan Tigris, peradaban Yordania di lembah Sungai Yordan, serta peradaban Mesir di lembah Sungai Nil. Pada mulanya peradaban Mesopotamia dan Mesir melahirkan kepercayaan yang menyembah dewa-dewa, barulah kemudian lahir paham ‘monotheisme’ di lembah Sungai Yordan, seperti Yahudi, Kristen, dan Islam.

Sumber utama agama Islam adalah Kitab Suci Al-Qur’an yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, juga terdapat Hadits, berisi segala perkataan (sabda), perbuatan dan ketetapan, serta persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan atau pun hukum.

Setelah Nabi Muhammad SAW wafat (632), kedudukan beliau sebagai nabi tidak mungkin dapat digantikan karena beliau merupakan nabi terakhir. Sedangkan kedudukannya sebagai kepala pemerintahan beralih kepada orang-orang yang mendapat gelar ‘Khalifah’, artinya pemimpin. Ada empat orang khalifah yang disebut ‘Khulafaur Rasyidin’. Keempat khalifah itu adalah Khalifah Abu Bakar (632-634), Khalifah Umar (634-644), Khalifah Utsman (644-656), dan Khalifah Ali (656-661).

Pada masa itu, agama Islam meluas ke timur (Asia Barat) di bawah pimpinan Khalid bin Walid, sedangkan ke arah barat (Afrika Utara) di bawah pimpinan Amru bin As. Motif-motif yang mendorong perluasan wilayah (ekspansi), selain untuk menyebarkan agama Islam, juga untuk keperluan ekonomi dan mempersatukan suku-suku Arab agar tidak bermusuhan.

Selain di Asia dan Afrika, agama Islam juga disebarkan ke Eropa melalui tiga jalur, yaitu barat, tengah, dan timur. Jalur barat dimulai dari Afrika Utara melalui Semenanjung Iberia di bawah pimpinan Al-Tarik tahun 711. Dengan melalui sebuah pulau, yakni Jabar Al-Tarik, yang oleh bangsa Barat dilafalkan menjadi ‘Gibraltar’, tentara Islam dapat menduduki Semenanjung Iberia. Setelah melewati Pegunungan Pirenia, tentara Islam dihambat oleh tentara Perancis di bawah pimpinan Kaer Maretel di Kota Poiters (723).

Perluasan melalui jalur tengah dilakukan dari Tunisia, melalui Sisilia dan menuju Semenanjung Apenia. Untuk beberapa lama, bangsa Arab dapat menduduki Sisilia dan Italia Selatan, tetapi kemudian dapat direbut kembali oleh Bangsa Nordia (abad ke-11).

Melalui jalur timur, tentara Islam dapat ditahan oleh Kaisar Leo III dari Byzantium (717). Namun, bangsa Turki berhasil juga merebut ibu kota Byzantium pada tahun 1453 M di bawah Sultan Muhammad II. Dari Byzantium, tentara Islam mundur kembali ke Semenanjung Balkan. Kira-kira empat abad lamanya semenanjung itu dikuasai tentara Islam, hingga berhasil melepaskan diri pada abad ke 19.

Penyebaran agama Islam di Indonesia terjadi melalui beberapa proses :
1) Jalur perdagangan dan penyebarannya dilakukan oleh para pedagang.
2) Secara dakwah oleh Wali Songo, yakni :

• Sunan Gresik
Sunan Gresik berdakwah dengan mengajarkan cara bercocok tanam pada rakyat dan merangkul rakyat kebanyakan yang tersisih di akhir kekuasaan Kerajaan Majapahit.
Sunan Gresik yang semula adalah pedagang ini juga membangun pondokan tempat belajar agama Islam di Leran, Gresik saat nusantara dilanda krisis ekonomi. Pada tahun 1419, ia wafat dan dimakamkan di Desa Gapura,Wetan, Gresik, Jawa Timur.

• Sunan Ampel
Pesantren yang dibangunnya di Ampel, Denta, Surabaya, menjadi salah satu pusat penyebaran agama Islam tertua di Pulau Jawa.

• Sunan Bonang
Sunan Bonang berdakwah melalui kesenian agar menarik perhatian penduduk Jawa untuk memeluk agama Islam. Salah satunya, dia menggubah suluk wijil dan tembang Tombo Ati *yang hingga kini masih dikenal.

• Sunan Drajat
Ia merupakan wali yang mempelopori kebajikan memelihara anak yatim dan orang sakit. Pesantren Sunan Drajat didirikan di Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Lamongan.

• Sunan Kudus
Sunan Kudus memiliki peran penting di Kesultanan Demak yakni menjadi panglima perang, penasehat Sultan Demak, dan hakim peradilan negara. Karenanya, dia banyak berdakwah di kalangan kaum priyayi atau bangsawan Jawa dan di kalangan kaum penguasa.

• Sunan Giri
Sunan Giri merupakan pendiri pemerintahan mandiri di Giri Kedaton, Gresik yang akhirnya menjadi pusat dakwah Islam di Jawa dan Indonesia Timur. Ia menyebarkan agama Islam hingga ke Maluku dan Lombok.

• Sunan Kalijaga
Dalam menyebarkan agama Islam, Sunan Kalijaga menggunakan kesenian wayang kulit dan *tembang suluk
untuk menarik perhatian masyarakat sebelum menyampaikan dakwahnya.

• Sunan Muria
Sunan Muria memiliki cara tersendiri untuk menyebarkan agama Islam, yakni dengan cara mengadakan kursus-kursus mengenal Islam untuk para pedagang, nelayan, pelaut dan rakyat jelata.

• Sunan Gunungjati
Ia gencar menyebarkan agama Islam di Banten yang akhirnya menjadi cikal bakal berdirinya Kesultanan Banten. Sunan Gunungjati banyak belajar Islam dari Mesir sehingga sangat piawai berdakwah. Dalam usia yang masih sangat muda, Sunan Gunungjati sudah menjadi pendakwah dan pemimpin.

3) Pendidikan di pesantren.

RANGKUMAN

1) Sumber utama agama Islam adalah Kitab Suci Al-Qur’an yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, juga terdapat Hadits, berisi segala perkataan (sabda), perbuatan dan ketetapan, serta persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan atau pun hukum.

2) Agama Islam masuk dan berkembang di Indonesia melalui jalur perdagangan, dakwah, dan pendidikan di pesantren.

Tags: #Proses Masuk dan Berkembangnya Agama Islam di Indonesia

author
Author: 
    Valuta Asing dan Cara Pembayaran Internasional
    Valuta Asing dan Cara Pembayaran Internasional
    Valuta Asing dan Cara Pembayaran Internasional – Apa
    Hakikat, Manfaat, Kebijakan Perdagangan Internasional
    Hakikat, Manfaat, Kebijakan Perdagangan Internasional
    Hakikat, Manfaat, Kebijakan Perdagangan Internasional – Apa sajakah
    Definisi Negara Laos, Kamboja, Myanmar, dan Timor Leste
    Definisi Negara Laos, Kamboja, Myanmar, dan Timor Leste
    Definisi Negara Laos, Kamboja, Myanmar, dan Timor
    Definisi Negara Malaysia, Brunei Darussalam, dan Vietnam
    Definisi Negara Malaysia, Brunei Darussalam, dan Vietnam
    Definisi Negara Malaysia, Brunei Darussalam, dan Vietnam
    Must read×

    Top