close

Reunifikasi Jerman

Reunifikasi Jerman – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan dapat mendeskripsikan proses reunifikasi Jerman beserta dampak yang ditimbulkannya.

REUNIFIKASI JERMAN

Reunifikasi atau penyatuan kembali Jerman merupakan sejarah yang memberi efek besar pada dunia internasional, khususnya Eropa pada akhir abad 20. Apa yang menyebabkan Jerman terpisah? Bagaimanakah proses reunifikasi Jerman? Apa saja kendala yang dihadapi setelah reunifikasi? Mari simak bahasan berikut.

Pada akhir Perang Dunia II di Eropa, Jerman terpecah menjadi dua negara baru yakni Jerman Barat dan Jerman Timur. Pasca Perang Dunia II, munculnya Perang Dingin menyebabkan Perancis, Inggris, dan Amerika Serikat tergabung dalam zona Republik Federal Jerman (termasuk Berlin Barat) pada 1949, sementara Uni Soviet mendukung Republik Demokratik Jerman (termasuk Berlin Timur). Jerman Barat dan Jerman Timur masing-masing mengklaim sebagai pengganti sah bagi Kerajaan Jerman yang lama (Deutsches Reicht). Namun, kemudian Jerman Timur menyatakan bahwa Jerman telah runtuh di tahun 1945 dan membentuk Jerman Barat dan Jerman Timur sebagai negara baru yang merdeka pada 1949.
Republik Federal Jerman berkembang menjadi suatu negara kapitalis dengan ekonomi ‘pasar sosial’ dan pemerintahan demokratis berparlemen. Adapun Republik Demokratis Jerman menumbuhkan suatu pemerintahan otoriter dan ekonomi dengan meniru Uni Soviet. Negara ini pun berhasil membawanya menjadi negara terkaya dan paling maju di Blok Timur. Namun, pemerintahan yang otoriter membuat banyak warganya yang berpindah ke Jerman Barat demi mendapatkan kebebasan berpolitik dan kemakmuran ekonomi. Pemerintah Jerman Timur kemudian membuat kebijakan penjagaan perbatasan secara ketat, termasuk membangun Tembok Berlin pada 1961 untuk mencegah pelarian warganya ke Jerman Barat. Warga yang berani menyeberang ke Jerman Barat akan ditembak tanpa ampun. Akibat hal itu, hubungan antara Jerman Timur dan Jerman Barat menjadi dingin.

AWAL PENYATUAN KEMBALI JERMAN

Pada pertengahan tahun 1980-an, gagasan penyatuan kembali Jerman dianggap sebagai hal yang sulit dicapai. Kemudian, harapan untuk penyatuan itu muncul dengan ide reformasi politik yang dicetuskan oleh pemimpin Uni Soviet, Mikhail Gorbachev di tahun 1985. Atas instruksi Uni Soviet, pada Agustus 1989, pemerintahan reformis Hongaria menghilangkan peraturan ketat di perbatasannya dengan Austria, sehingga pada September lebih dari 13 ribu warga Jerman Timur bisa melarikan diri ke Barat melalui Hongaria. Pemerintahan Republik Demokratis Jerman (Jerman Timur) memfasilitasi pelarian mereka dengan mengoperasikan kereta api ekstra ke Jerman Barat. Demonstrasi dan penolakan-penolakan terhadap rezim Jerman Timur banyak dilancarkan warga Jerman Timur sendiri, seperti demonstrasi Senin di Leipzig.

Pemimpin Jerman Timur, Erich Honecker, dipaksa turun pada 18 Oktober 1989 dan digantikan oleh Egon Krenz. Hal ini diikuti dengan pengunduran diri besar-besaran anggota kabinet Jerman Timur sehingga akhirnya bubar pada 7 November 1989.
Pada 9 November 1989, juru bicara pemerintahan Jerman Timur, Gunther Schwabowski, mengumumkan bahwa semua pembatasan ke Jerman Barat dihilangkan. Setelah itu, banyak warga Jerman baik Barat dan Timur memberanikan diri merusak Tembok Berlin.

PENYATUAN KEMBALI JERMAN

Perundingan bilateral antara pemerintahan Jerman Timur dengan Barat berlangsung serta bergulir menuju penandatanganan perjanjian pada tanggal 18 Mei 1990 untuk ‘Uni Ekonomi, Sosial, dan Moneter’ yang berlaku efektif mulai tanggal 1 Juli 1990.
Einigungsvertrag (Perjanjian Persatuan) ditandatangani pada tanggal 31 Agustus 1990 oleh wakil-wakil Jerman Barat dan Jerman Timur. Pada tanggal 12 September 1990, Perjanjian Penyelesaian Akhir yang Berkenaan dengan Negara Jerman yaitu Perjanjian Dua Plus Empattelah ditandatangani dan secara resmi mendeklarasikan ulang kedaulatan kedua negara Jerman. Perjanjian ini melibatkan empat negara sekutu, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Uni Soviet, dan Perancis dengan tujuan pertanggungjawaban atas proses penyatuan Berlin dan Jerman secara keseluruhan, serta mengatur persyaratan reunifikasi Jerman di bidang-bidang politik luar negeri dan keamanan.
Volkskammer (Parlemen Jerman Timur) mengesahkan tanggal 3 Oktober 1990 sebagai tanggal bergabungnya Jerman Timur dengan Jerman Barat. Pada tanggal yang sama, enam negara bagian Jerman Timur yaitu Brandenburg, Mecklenburg-Vorpommern, Sachsen, Sachsen-Anhalt, Thuringen, dan Berlin secara resmi bergabung dengan Republik Federal Jerman menjadi negara Republik Federasi Jerman. Reunifikasi ini juga sekaligus mengakhiri Perang Dingin antara Blok Barat dengan Blok Timur, sekaligus mengakhiri persaingan aliansi militer Pakta Atlantik Utara (NATO) dengan Pakta Warsawa.

PASCA REUNIFIKASI

Setelah penyatuan kembali Jerman, timbul permasalahan baru terutama di bidang ekonomi. Biaya yang dikeluarkan selama penyatuan kembali telah menimbulkan beban yang berat kepada ekonomi Jerman. Permasalahan ekonomi ini timbul akibat lemahnya ekonomi negara bekas Jerman Timur dahulu dan hutang- hutang yang harus dilunasi negara Jerman baru.
Investasi besar-besaran yang dilakukan Jerman Barat tidak cukup untuk membangkitkan ekonomi negara bekas Jerman Timur. Pengangguran di Jerman meningkat menjadi 25% di beberapa daerah. Sejak itu, ratusan ribu warga mantan Jerman Timur hijrah ke barat untuk mencari pekerjaan.

RANGKUMAN

1) Reunifikasi Jerman berlangsung pada tanggal 3 Oktober 1990, setelah dilakukannya berbagai perundingan antara Jerman Barat dan Jerman Timur, di antaranya adalah Perjanjian Dua tambah Empat.
2) Berlangsungnya reunifikasi Jerman sekaligus mengakhiri Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur.

Reunifikasi Jerman | Admin | 4.5