close

Revolusi Bumi dan Dampaknya

Revolusi Bumi dan Dampaknya – Pada topik sebelumnya kalian telah belajar tentang rotasi bumi. Pada topik ini kalian akan belajar tentang revolusi bumi dan dampaknya bagi kehidupan.

◑ Revolusi Bumi

Revolusi bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari. Revolusi bumi terjadi akibat adanya gaya tarik menarik atau gaya gravitasi antara matahari dengan bumi. Gerakan ini juga terjadi pada planet-planet lain anggota tata surya. Bidang yang dibentuk bumi selama berevolusi dinamakan bidang ekliptika. Setiap planet memiliki bidang orbit masing-masing. Sudut yang dibentuk oleh bidang ekliptika dengan sumbu rotasi planet tertentu disebut sudut inklinasi. Bumi berevolusi dari barat ke timur dengan sudut inklinasi 66,5o. Waktu yang diperlukan oleh bumi untuk sekali mengelilingi matahari adalah 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik atau satu tahun. Jadi periode revolusi bumi adalah 1 tahun. Frekuensi revolusi bumi adalah 3,2 x 10-8 Hz.

◑ Dampak Revolusi Bumi bagi Kehidupan

Akibat adanya revolusi bumi, akan terjadi fenomena-fenomena berikut.

1. Gerak semu tahunan matahari

Matahari yang terbit setiap pagi tidak selalu muncul di tempat yang sama, tetapi bergesar sedikit demi sedikit mulai dari atas khatulistiwa sampai garis balik utara dan garis balik selatan. Pergeseran titik terbit tersebut mengikuti garis edar matahari, yaitu mulai dari khatulistiwa sampai garis balik utara kemudian ke garis balik selatan dan kembali lagi ke khatulistiwa. Pergeseran ini berlangsung selama satu tahun.
Pada tanggal 21 Maret, matahari berada di khatulistiwa. Selama tiga bulan (21 Maret – 21 Juni), matahari mulai bergeser dari khatulistiwa menuju ke GBU (Garis Balik Utara = garis 23,5oLU). Tiga bulan berikutnya (21 Juni – 23 September) matahari bergeser lagi dari GBU menuju ke khatulistiwa. Tiga bulan berikutnya (23 September – 22 Desember), matahari bergeser lagi dari khatulistiwa menuju ke GBS (Garis Balik Selatan = garis LS). Tiga bulan berikutnya (22 Desember – 21 Maret), matahari bergeser lagi dari GBS menuju ke khatulistiwa, dan begitu seterusnya.

2. Perubahan lamanya siang dan malam

Tanggal 21 Maret – 23 September.

a. Kutub utara mendekati matahari, sedangkan kutub selatan menjauhi matahari.
b. Belahan bumi utara menerima sinar matahari lebih banyak daripada belahan bumi selatan.
c. Panjang siang dibelahan bumi utara lebih lama daripada dibelahan bumi selatan.
d. Ada daerah disekitar kutub utara yang mengalami siang 24 jam dan ada daerah disekitar kutub selatan yang mengalami malam 24 jam.
e. Diamati dari khatulistiwa, matahari tampak bergeser ke utara.
f. Kutub utara paling dekat ke matahari pada tanggal 21 juni. Pada saat ini pengamat di khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5o ke utara.

Tanggal 23 September – 21 Maret.

a. Kutub selatan lebih dekat mendekati matahari, sedangkan kutub utara lebih menjauhi matahari.
b. Belahan bumi selatan menerima sinar matahari lebih banyak daripada belahan bumi utara.
c. Panjang siang dibelahan bumi selatan lebih lama daripada belahan bumi utara.
d. Ada daerah di sekitar kutub utara yang mengalami malam 24 jam dan ada daerah di sekitar kutub selatan mengalami siang 24 jam.
f. Diamati dari khatulistiwa, matahari tampak bergeser ke selatan.
g. Kutub selatan berada pada posisi paling dekat dengan matahari pada tanggal 22 Desember. Pada saat ini pengamat di khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5o ke selatan.

Pada tanggal 21 Maret dan 23 Desember.

a. Belahan bumi utara dan belahan bumi selatan menerima sinar matahari sama banyaknya.
b. Panjang siang dan malam sama diseluruh belahan bumi.
c. Kutub utara dan kutub selatan berjarak sama ke matahari.
d. Di daerah khatulistiwa matahahari tampak melintas tepat di atas kepala.

3. Pergantian musim

Selain mengakibatkan perbedaan lamanya siang dan malam, pergeseran garis edar matahari juga mengakibatkan perubahan musim. Daerah tropis seperti Indonesia memiliki 2 musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan, sedangkan daerah subtropis seperti Jepang, memiliki 4 musim, yaitu musim semi, musim hujan, musim panas dan musim gugur. Berikut ini merupakan musim pada waktu dan daerah tertentu di belahan bumi.

Musim-Musim di Belahan Bumi Utara

a. Musim semi : 21 Maret – 21 Juni
b. Musim panas : 21 Juni – 23 September
c. Musim gugur : 23 September – 22 Desember
d. Musim dingin : 22 Desember – 21 Maret

Musim-Musim di Belahan Bumi Selatan

a. Musim semi : 23 September – 22 Desember
b. Musim panas : 22 Desember – 21 Maret
c. Musim gugur : 21 Maret – 21 Juni
d. Musim dingin : 21 Juni – 23 September

4. Terjadinya Paralaks Bintang

Paralaks merupakan gerakan atau pergeseran suatu benda yang jauh ketika dilihat dari dua atau lebih tempat yang berjauhan. Rasi bintang adalah susunan bintang-bintang yang tampak dari bumi membentuk pola-pola tertentu. Letak bintang-bintang tersebut sangatlah jauh, sehinga saat diamati dari bumi seolah-olah tampak berdekatan. Rasi bintang yang kita kenal antara lain Aquarius, Pisces, Gemini, Scorpio, Leo, dan lain-lain. Kita yang berada di bumi hanya dapat melihat bintang pada malam hari. Ketika bumi berada di sebelah timur matahari, kita hanya dapat melihat bintang-bintang yang berada di sebelah timur matahari. Ketika bumi berada di sebelah utara matahari, kita hanya dapat melihat bintang-bintang yang berada di sebelah utara matahari. Revolusi bumi menyebabkan perubahan letak bintang-bintang tersebut, sehingga rasi bintang yang nampak dari bumi juga berubah.

5. Kalender Masehi

Batas penanggalan internasional terletak pada bujur 180o. Jika di belahan timur bujur 180oberada pada tanggal 15, maka di belahan barat bujur 180o masih tanggal 14. Hitungan kalender masehi didasarkan pada kala revolusi bumi, dimana satu tahun sama dengan 365 hari. Kalender masehi yang pertama digunakan adalah kalender Julius Caesar atau kalender Julian. Kalender julian didasarkan pada selang waktu antara satu musim semi dengan musim semi berikutnya di belahan bumi utara. Selang waktu ini tepatnya adalah 365,242 hari atau 365 hari 5 jam 48 menit 46 sekon. Julius Caesar menetapkan perhitungan kalender sebagai berikut.

a. Lama waktu dalam setahun adalah 365 hari.
b. Untuk menampung kelebihan jumlah hari pada tiap tahun maka lamanya satu tahun diperpanjang 1 hari menjadi 366 hari pada setiap empat tahun. Satu hari tersebut ditambahkan pada bulan februari. Tahun yang lebih panjang sehari ini disebut tahun kabisat.
c. Untuk mempermudah mengingat, maka diputuskan bahwa tahun kabisat adalah tahun yang habis dibagi 4, namun untuk abad baru (…, 1900, 2000, 2100, …) mesti juga habis dibagi 400. Contohnya adalah 1984, 2000, dan lain-lain.

Revolusi Bumi dan Dampaknya | Admin | 4.5