close

Struktur Isi dan Struktur Bahasa Teks Cerpen

Advertisement

Struktur Isi dan Struktur Bahasa Teks Cerpen – Pada topik ini, kalian akan mempelajari kaidah-kaidah teks cerita pendek yang terdiri atas struktur isi dan bahasa. Kemudian, kalian akan mengevalusasi teks cerita pendek berdasarkan kaidah-kaidah tersebut.

Struktur Isi Teks Cerpen

Struktur isi teks terdiri atas:
1. Abstrak, yaitu ringkasan atau inti cerita. Bagian abstrak menggambarkan isi cerpen secara keseluruhan. Bagian abstrak dalam cerpen bersifat opsional (pilihan). Artinya, sebuah cerpen bisa jadi tidak memiliki bagian abstrak.
2. Orientasi, yaitu pengenalan. Pada bagian orientasi, dimunculkan tokoh-tokoh yang terlibat dalam cerpen dengan latar yang mendukung cerita, baik latar waktu maupun latar tempat.
3. Komplikasi, yaitu urutan kejadian dalam cerpen yang saling berhubungan. Pada tahap ini, tokoh dalam cerpen mengalami konflik hingga konflik tersebut mencapai klimaks.
4. Evaluasi, yaitu puncak masalah yang dialami tokoh. Pada bagian ini, mulai ditunjukkan pemecahan masalah yang dialami tokoh dengan usaha untuk memperbaikinya.
5. Resolusi, yaitu pemecahan masalah secara keseluruhan. Pada bagian ini, masalah yang dialami tokoh memiliki penyelesaian.
6. Koda, yaitu penutup teks cerpen. Pada bagian ini, penyelesaian masalah yang dialami tokoh disertai dengan perbaikan masalah. Koda bersifat opsional (pilihan)

Struktur Bahasa Teks Cerpen
Struktur bahasa teks cerpen menggunakan gaya bahasa yang dibagi menjadi empat macam, yaitu perbandingan (personifikasi, metafora, dan simile), pertentangan (hiperbola, litotes, dan ironi), pertautan (metonimia dan sinekdoke), dan perulangan (aliterasi dan asonansi). .

Perhatikan struktur cerpen “Kubur” berikut ini

Abstrak
Sudah sebulan sejak menguburkan istrinya sendiri, Mbah Tejo menghilang. Ke mana perginya lelaki renta yang sudah menghabiskan waktunya berpuluh-puluh tahun jadi tukang kubur di Kampung Busur itu? Banyak yang menduga, Mbah Tejo amat kehilangan. Mengabdi sebagai tukang kubur, selalu menyaksikan orang-orang yang kehilangan, tak lantas membuat Mbah Tejo kuat ditinggal sang istri bulan lalu, Mbah Marti.

Orientasi
Tak banyak tahu, apa kerjaan Mbah Tejo dan Mbah Marti di gubuk reotnya di pinggir Kalitambun, pekuburan yang sudah jadi lahan pekerjaan Mbah Tejo puluhan tahun. Setahu orang-orang, Mbah Marti begitu setia pada Mbah Tejo. Sehari-hari mencari pucuk singkong di sekitar pekuburan, atau dedaunan apapun untuk makan si Mbah.

Komplikasi
Hanya saja di pagi itu, kedua Mbah itu tak tampak bergiat di sekeliling pekuburan.. Gubuk reotnya tampak sepi. Bohlam oranye 5 watt yang menggantung di atas langit-langit tampak masih menyala.
“Mbah … Mbah …,” seru Warjiman, lelaki yang setiap pagi melewati Kalitambun untuk pergi ke ladangnya. Dia adalah lelaki pertama yang menaruh curiga.
Tak ada yang menyahut dari balik gubuk. Ditengoknya pinggiran gubuk. Pandangannya menyapu seluruh Kalitambun, tapi tak terlihat kedua renta itu berada.
Warjiman mengetuk pintu.
“Mbah!!!” seru Warjiman lantang. Bukannya tidak santun, tapi memanggil Mbah Tejo dan Mbah Marti memang harus dengan suara keras. Tapi tak ada juga yang menyahut.
Warjiman sedikit mendorong pintu kayu yang bawahnya sudah hampir habis digerogoti rayap. Kreeek. Terdengar suara pintu mulai terbuka. Kepalanya melongok bagian dalam gubuk.
“Astagfirullah!” Warjiman kaget. Ia mendapati Mbah Tejo bersila menghadap seseorang yang tertidur tertutup kain samping.
“Mbah ….,” lirih Warjiman. Tapi tak ada jawab.
Warjiman mencoba masuk dan mendekati.
“Innaalillaahiiii….” Warjiman tak bisa berkata-kata. Sambil berdiri dia hanya terkejut melihat Mbah Tejo yang menghadapi jenazah istrinya sendiri.

Evaluasi
Orang sekampung berduyun-duyun mendatangi Mbah Tejo. Tapi semua saling pandang. Siapa yang mau menggali kubur, sedang penggali kubur di Kampung Busur hanya Mbah Tejo yang kini tak bergeming sedari tadi di hadapan jenazah sang pujaan hati.
“Pak Ustad, siapa yang mau menggali kubur?” tanya Pak Kuwu.
“Sampeyan dan semua orang yang ada di sini,” jelasnya.
“Pak Ustad juga ikut menggali kalau begitu?” tanya Pak Kuwu lagi dengan harapan dia bisa ditunjukkan cara menggali yang benar.
“Tugas saya memimpin doa. Tak ada yang bisa. Sudah kita berbagi pahala,” katanya singkat.

Resolusi
Semua orang berbondong-bondong membawa cangkul. Semua orang mulai menggali. Satu orang satu kali menggali. Hingga semua berbagi pahala. Mbah Tejo kemudian membopong Mbah Marti. Dia tak mau yang lain ikut menggendong, apalagi diarak keranda mayat.

Koda

Setelah satu liang lahat selesai digali, dengan sigap Mbah Tejo menidurkan sang istri tepat menghadap kiblat. Tak ada yang lainnya yang turun. Semua membiarkan Mbah Tejo asyik menguburkan sang istri. Hingga selesai diazani, Pak Ustad meminta yang menggali untuk kembali menutupi liang lahat dengan tanah. Setelah kuburan Mbah Marti selesai diratakan dengan tanah, Mbah Tejo tak terlihat lagi. Semua orang menengok kanan kiri. Semua menyapu pandangan ke penjuru Kalitambun.
Mbah Tejo pergi, Pak Ustad pun tak tahu ke mana pergi si kakek tukang kubur itu. Mungkin saatnya, ia mencari tukang kubur baru di Kampung Busur.

Poin Penting

  1. Struktur isi teks cerpen terdiri atas abstrak, orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi, dan koda. Abstrak (pembuka cerpen) dan koda (penutup cerpen) bersifat opsional, yaitu tidak selalu ada dalam sebuah cerpen.
  2. Struktur isi cerpen bersifat saling melengkapi dan berhubungan antara satu struktur dengan struktur lain. Oleh karena itu, struktur teks cerpen ditulis sebagai berikut. abstrak ^ orientasi ^ komplikasi ^ evaluasi ^ resolusi ^ koda. Tanda ^ berarti setiap struktur tersebut saling berhubungan.
  3. Struktur bahasa cerpen merupakan gaya bahasa yang digunakan dalam cerpen. Gaya bahasa terdiri atas empat macam, yaitu perbandingan, pertentangan, pertautan, dan perulangan.
Advertisement
Struktur Isi dan Struktur Bahasa Teks Cerpen | Admin | 4.5