close

Struktur dan Karakteristik Penulisan Resensi

Struktur dan Karakteristik Penulisan Resensi – Siswa dapat mengungkapkan prinsip-prinsip penulisan resensi dengan memahami struktur dan karakteristik penulisan resensi.

W1siZiIsIjIwMTUvMDgvMDYvMjMvMTQvMjAvNjA2L3N0cnVrdHVyJTIwZGFuJTIwa2FyYWt0ZXJpc3Rpay5qcGciXSxbInAiLCJ0aHVtYiIsIjYwMHhcdTAwM2UiLHt9XSxbInAiLCJjb252ZXJ0IiwiLWNvbG9yc3BhY2Ugc1JHQiAtc3RyaXAiLHsiZm9ybWF0IjoianBnIn1dXQ Struktur dan Karakteristik Penulisan Resensi

Apakah kalian senang membaca karya sastra? Selain membaca, apa kalian hobi mendengarkan musik dan senang menonton film? Setiap orang senang dengan beberapa kegiatan tersebut. Jika senang membaca buku, mendengarkan musik, dan menonton film, kalian dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk belajar menulis, yaitu dengan membuat resensi. Resensi adalah ulasan yang berisi tentang penilaian karya seni. Sebagai awal pembelajaran, kita ambil karya berupa buku sebagai bahan resensi.

Resensi dapat ditemukan di berbagai media, diantaranya adalah surat kabar atau internet. Jika kalian tertarik untuk menulis resensi, sebaiknya kalian memahami struktur dan karakteristik resensi. Agar lebih jelas, perhatikanlah contoh resensi berikut ini.

Perhatikan Contoh

W1siZiIsIjIwMTUvMDgvMDYvMjMvMTQvMjAvNjA2L3N0cnVrdHVyJTIwZGFuJTIwa2FyYWt0ZXJpc3Rpay5qcGciXSxbInAiLCJ0aHVtYiIsIjYwMHhcdTAwM2UiLHt9XSxbInAiLCJjb252ZXJ0IiwiLWNvbG9yc3BhY2Ugc1JHQiAtc3RyaXAiLHsiZm9ybWF0IjoianBnIn1dXQ Struktur dan Karakteristik Penulisan Resensi

Apakah kalian dapat menentukan struktur resensi setelah membaca contoh tersebut? Apa saja struktur atau susunan dalam resensi tersebut? Struktur yang ditulis pada resensi adalah identitas buku yang dicantumkan setelah judul. Ada beberapa hal yang termasuk ke dalam identitas buku, yaitu judul, nama pengarang, nama penerbit, cetakan, dan tebal buku. Identitas buku sebaiknya ditulis secara lengkap agar dapat memberikan informasi yang jelas untuk pembaca.

Setelah identitas, kalian menemukan ringkasan cerita dari salah satu cerpen. Ringkasan ditulis dengan menyampaikan hal-hal pokok dari cerita tersebut dengan tetap memperhatikan alur cerita. Pada bagian selanjutnya, kalian dapat membaca paragraf yang mulai menjelaskan tentang kepengarangan. Unsur kepengarangan ini meliputi latar belakang, karya, karier kepenulisan, dan dapat ditambahkan pula dengan gaya pengarang. Hal tentang kepengarangan dapat disampaikan secara umum dan berkaitan dengan karya yang diresensi, seperti pada contoh yang memaparkan Oka Rusmini sebagai penulis perempuan asal Bali dan cerpen ”Sagra” serta cerpen lainnya pernah mendapatkan penghargaan.

Setelah kepengarangan, unsur selanjutnya adalah tentang keunggulan dan kelemahan buku. Kedua hal ini tidak selalu disampaikan secara langsung, seperti ”Keunggulan buku ini adalah …. atau kekurangan buku ini adalah ….”. Pembuat resensi dapat menyampaikannya dengan membandingkan karya yang diresensi dengan karya lain. Hal ini dilakukan untuk melihat persamaan dan membantu penilaian terhadap karya yang diresensi.

Dalam contoh resensi, pembuat resensi mengatakan bahwa cerpen ”Sagra” memiliki persamaan dengan novel yang ditulisnya yaitu Tarian Bumi. Hal itu pun terjadi pada beberapa cerpen lainnya, yaitu sama-sama mengisahkan tentang laki-laki dan perempuan yang jatuh cinta pada orang yang berbeda kasta. Kisah cinta mereka pun sering berakhir tragis.

Kisah cinta beda kasta ini selalu menjadi andalan Oka Rusmini dan memang jadi terlihat tidak variatif. Ada saja persamaan yang ditemukan dalam karyanya. Namun, di lain pihak, hal ini dapat saja menjadi ciri khas Oka Rusmini yang selalu menceritakan kisah perempuan Bali sebagai penulis yang berasal dari daerah tersebut.

Keunggulan dan kelemahan dalam karya dapat berkenaan dengan tema, amanat, alur, penokohan, dan unsur-unsur cerita lainnya. Resensi juga disertai dengan kesimpulan dan saran-saran. Peresensi dapat menyimpulkan hasil penilaian karya dan mencangkup bagian penting yang akan disadari oleh pembaca. Selain itu, saran ditujukan untuk penulis agar dapat memperbaiki hal-hal dalam karyanya. Saran tersebut bukan untuk menjatuhkan dan merusak nama penulis tetapi menjadi hal positif yang perlu diterima agar dapat berkarya dengan lebih baik.

Di samping itu, ada pula karakteristik penulisan resensi yang memiliki ciri khas yang berbeda. Perbedaan ini biasanya ada pada penulisan resensi di surat kabar. Misalnya, dalam penulisan identitas buku, perhatikanlah contoh penulisan berikut ini.

Perhatikan Contoh

1. Majalah Gatra

W1siZiIsIjIwMTUvMDgvMDYvMjMvMTQvMjAvNjA2L3N0cnVrdHVyJTIwZGFuJTIwa2FyYWt0ZXJpc3Rpay5qcGciXSxbInAiLCJ0aHVtYiIsIjYwMHhcdTAwM2UiLHt9XSxbInAiLCJjb252ZXJ0IiwiLWNvbG9yc3BhY2Ugc1JHQiAtc3RyaXAiLHsiZm9ybWF0IjoianBnIn1dXQ Struktur dan Karakteristik Penulisan Resensi

2. Koran Jakarta

W1siZiIsIjIwMTUvMDgvMDYvMjMvMTQvMjAvNjA2L3N0cnVrdHVyJTIwZGFuJTIwa2FyYWt0ZXJpc3Rpay5qcGciXSxbInAiLCJ0aHVtYiIsIjYwMHhcdTAwM2UiLHt9XSxbInAiLCJjb252ZXJ0IiwiLWNvbG9yc3BhY2Ugc1JHQiAtc3RyaXAiLHsiZm9ybWF0IjoianBnIn1dXQ Struktur dan Karakteristik Penulisan Resensi

3. Kompas

W1siZiIsIjIwMTUvMDgvMDYvMjMvMTQvMjAvNjA2L3N0cnVrdHVyJTIwZGFuJTIwa2FyYWt0ZXJpc3Rpay5qcGciXSxbInAiLCJ0aHVtYiIsIjYwMHhcdTAwM2UiLHt9XSxbInAiLCJjb252ZXJ0IiwiLWNvbG9yc3BhY2Ugc1JHQiAtc3RyaXAiLHsiZm9ybWF0IjoianBnIn1dXQ Struktur dan Karakteristik Penulisan Resensi

Dari beberapa contoh identitas buku tersebut, kalian dapat melihat bahwa kriteria penulisan resensi dapat berbeda dalam surat kabar. Hal yang berbeda ini adalah hal yang wajar karena tidak ada pakem atau aturan yang baku untuk penulisan identitas buku. Setiap media massa memiliki sajian yang berbeda-beda tentang hal itu.

Kalian dapat melihat kembali contoh identitas buku pada majalah Gatra, identitas buku yang dicantumkan cukup jelas hanya penulisannya yang berbeda. Dalam majalah tersebut, tidak semua identitas buku harus ditulis secara tersusun dan menggunakan tanda titik dua (:), tetapi judul ditulis dengan huruf tebal, lalu baru diberikan keterangan tentang penulis dan penerbit. Keterangan penerbit pun mencakup nama tempat, tahun, dan jumlah halaman.

Dalam Koran Jakarta penulisan harga buku perlu dicantumkan dan menjadi bagian dari identitas buku. Lalu, pada Kompas pencantuman identitas buku ditulis sesuai aturan umum yang digunakan dalam resensi. Beberapa contoh tersebut dapat kalian lihat sebagai bukti bahwa kriteria penulisan resensi memiliki banyak versi. Setiap surat kabar memiliki perbedaan tetapi saat kita hendak menulis resensi, lebih baik menuliskan identitas buku secara lengkap agar kita dapat memberikan gambaran yang utuh tentang buku tersebut. Jika pencantuman identitas buku perlu diubah penyajiannya, hal itu dapat diserahkan kepada redaktur atau editor.

Poin Penting

Ada beberapa poin penting yang kalian dapatkan dari materi struktur dan karakteristik penulisan resensi, yaitu sebagai berikut.

  1. Pengenalan tentang resensi sebagai penilaian karya seni dan penilaian tersebut dilakukan secara seimbang dan objektif.
  2. Struktur dalam resensi tersusun atas identitas buku, ringkasan isi buku, kepengarangan, keunggulan dan kelemahan buku, serta kesimpulan dan saran.
  3. Karakteristik penulisan resensi dalam media massa memiliki perbedaan. Hal ini ditentukan oleh penyajian yang dipilih oleh pihak redaksi.
Struktur dan Karakteristik Penulisan Resensi | Admin | 4.5