Unsur-Unsur Intrinsik dalam Hikayat

In Pendidikan

Unsur-Unsur Intrinsik dalam Hikayat

  1. Siswa dapat membaca teks hikayat
  2. Siswa dapat menemukan unsur-unsur intrinsik (alur, tema, penokohan, sudut pandang, latar, dan amanat) dalam hikayat

Pernah dengar adagium “bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya”? Rupanya, ungkapan klasik ini memiliki arti penting bagi pembangunan sebuah bangsa ke depan. Hal ini sudah disadari benar oleh para pahlawan yang telah mendahului para pahlawan penerusnya. Mereka paham benar bahwa “pahlawan” bukanlah hanya manusia yang mati di medan pertempuran atau mati di tiang gantungan. Lebih dari itu, pahlawan adalah para pembela keadilan dan kebenaran untuk kepentingan masyaakat dalam menghadapi tantangan-tantangan masa depan yang lebih kompleks.

Mungkin itulah yang menyebabkan hikayat bersifat anonim atau tidak diketahui pengarangnya. Para penulis hikayat hanya ingin meneruskan pesan pembangunan dan mereka tidak mengincar nama besar. Hikayat dijadikan media pembelajaran mengenai betapa pentingnya hal-hal kecil dalam sejarah. Misalnya saja, Samudera Pasai, sebuah kerajaan besar Islam di nusantara, ternyata dalam hikayat nama Pasai berasal dari nama seekor anjing.

Begitulah hikayat, salah satu jenis sastra Melayu klasik yang mengisahkan nilai-nilai kepahlawanan. Selain kepahlawanan, tema hikayat pun berkisah mengenai pandangan hidup, adat-istiadat, agama, asal usul sebuah negeri, dan pendidikan moral. Seperti akar kata Hikayat sendiri, dalam bahasa Arab, yakni haka yang berarti ‘menceritakan atau mengatakan sesuatu pada orang lain’.

Selanjutnya, karena isi hikayat yang disadari betul begitu penting bagi kehidupan masyarakat Melayu dan kebudayaannya, mempunyai motif-motif (amanat) yang menyertainya. Motif hikayat bisa bermacam-macam, antara lain motif iman, motif kelahiran, motif perkawinan, motif nujum atau penglihatan masa depan, dan motif impian. Oleh karena itu, di dalam pelukisan tokoh hikayat, biasanya dipergunakan cara analitik, yakni dengan penyelidikan mendalam untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan. Dengan kata lain, penokohannya diusahakan sedetail dan semirip mungkin dengan sejarah.

Selain itu, perwatakan tokoh dalam hikayat pun umumnya adalah watak datar (flat character) yang berarti bahwa sang tokoh mempunyai kemampuan sempurna sebagai manusia. Untuk itu, sudut pandang yang digunakan dalam hikayat kebanyakan adalah orang ketiga, dengan menggunakan teknik diaan. Satu-satunya hikayat yang menempatkan pencerita sebagai orang pertama baru terdapat pada “Hikayat Abdullah”.

Bagaimana dengan alur cerita hikayat? Standar alur yang digunakan dalam hikayat adalah alur maju. Dengan begitu, pembaca atau pendengar hikayat diharapkan lebih mudah memahami dan mengambil hikmah yang ada dalam isi cerita. Dalam beberapa hikayat, pembaca atau pendengar dapat mengamati pembabakan cerita hikayat mulai dari penamaan sebuah kerajaan sampai dengan peminangan puteri raja oleh pangeran dari kerajaan lain.

Ada pun latar hikayat biasanya dimulai dari sebuah rimba atau padang gersang. Kelak dari sana akan lahir sebuah negeri besar atau tokoh terkemuka. Latar tempat akan dikembangkan sesuai cerita, seperti dalam “Hikayat Iskandar Zulkarnain” (“Alexander The Great”), kita akan menemukan nama-nama negeri seperti Rumis dan Andalusia (Spanyol). Terdapat pula, hikayat yang mengambil latar fantasi, seperti “Hikayat Pandawa Lima” dan “Hikayat Nabi Bercukur”. Latar waktu untuk hikayat mengenai nusantara, umumnya, sekitar abad ke-14, ketika zaman Sultan Malik as-Saleh.

Perhatikan Contoh

W1siZiIsIjIwMTUvMDgvMTQvMDYvMDMvMTYvMTg5YWFlYWQtY2RkNC00OWU4LTk4ZjctZjQ0ZWJkMjk2MzNiL0hJS0FZQVQuanBnIl0sWyJwIiwidGh1bWIiLCI2MDB4XHUwMDNlIix7fV0sWyJwIiwiY29udmVydCIsIi1jb2xvcnNwYWNlIHNSR0IgLXN0cmlwIix7ImZvcm1hdCI6ImpwZyJ9XV0 Unsur-Unsur Intrinsik dalam Hikayat

Pembahasan
Pada ringkasan hikayat di atas, dapat kita analisis unsur intrinsik yang muncul, yakni sebagai berikut.

  1. Tema: Agama, dibuktikan dengan adanya perintah Tuhan dan hal-hal keagamaan sepanjang cerita.
  2. Penokohan: Nabi Isa AS dan Raja Jumjumah. Raja Jumjumah berwatak raja yang besar, namun lalai dalam perintah agama.
  3. Alur: Mundur, terdapat flashback ketika tulang belulang menceritakan semasa hidupnya.
  4. Latar: Sebuah negeri yang diperintah raja besar di Syam dan Mesir.
  5. Sudut Pandang: diaan.
  6. Amanat: Janganlah lalai dengan agama, karena kesempatan hidup hanya sekali.

Poin Penting

Dalam bahasa Inggris hikayat dikenal dengan istilah chronicle, maka dalam beberapa kesempatan kita juga mengenal istilah Kronik untuk menyebut hikayat.

 

Tags: #Unsur-Unsur Intrinsik dalam Hikayat

author
Author: 
    Valuta Asing dan Cara Pembayaran Internasional
    Valuta Asing dan Cara Pembayaran Internasional
    Valuta Asing dan Cara Pembayaran Internasional – Apa
    Hakikat, Manfaat, Kebijakan Perdagangan Internasional
    Hakikat, Manfaat, Kebijakan Perdagangan Internasional
    Hakikat, Manfaat, Kebijakan Perdagangan Internasional – Apa sajakah
    Definisi Negara Laos, Kamboja, Myanmar, dan Timor Leste
    Definisi Negara Laos, Kamboja, Myanmar, dan Timor Leste
    Definisi Negara Laos, Kamboja, Myanmar, dan Timor
    Definisi Negara Malaysia, Brunei Darussalam, dan Vietnam
    Definisi Negara Malaysia, Brunei Darussalam, dan Vietnam
    Definisi Negara Malaysia, Brunei Darussalam, dan Vietnam
    Must read×

    Top